Key Strategy: Breaking News! Dolar AS Naik Jadi Rp17.040 Pagi Ini

Breaking News! Dolar AS Naik Jadi Rp17.040 Pagi Ini

Pada perdagangan pagi hari ini, Selasa (7/4/2026), nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar AS di Jakarta. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda membuka sesi perdagangan dengan depresiasi 0,06% ke level Rp17.040/US$. Penurunan ini terjadi setelah rupiah ditutup lebih rendah pada perdagangan sebelumnya, Senin (6/4/2026), dan mencapai titik terendah sepanjang masa di Rp17.030/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,14% ke level 100,113 pada pukul 09.00 WIB. Kenaikan ini menunjukkan bahwa dolar AS tetap dominan di tengah situasi ketidakpastian global. Pergerakan rupiah hari ini terus dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama perkembangan konflik antara Iran dan negara-negara lain.

Konflik Iran dan Dampak Global

Investor sedang memantau eskalasi perang Iran, yang memengaruhi dinamika pasar keuangan. Trump, Presiden AS, telah menyatakan ancaman terhadap infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini muncul dalam unggahan media sosial pada hari Minggu Paskah, dengan target pembangkit listrik dan jembatan.

“Jika jalur strategis tersebut tidak segera dibuka kembali, saya akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada Selasa waktu setempat,” ancam Trump.

Sementara itu, pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan pelaksanaan gencatan senjata setelah laporan media mengungkap upaya terakhir para negosiator untuk menciptakan kesepakatan. Meski demikian, ketegangan yang berlangsung sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah di akhir Februari masih menyisakan kekhawatiran terhadap inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia, telah mendorong harga minyak melonjak di atas US$100 per barel. Lonjakan harga minyak ini memperparah risiko stagflasi, sehingga aset berdenominasi dolar AS kembali menjadi pilihan aman bagi investor. Hal ini membatasi ruang penguatan mata uang negara-negara lain, termasuk rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *