Key Strategy: Dolar AS Nyaris Rp17.100, BI Buka Suara!

Dolar AS Nyaris Rp17.100, BI Buka Suara!

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyebutkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) utamanya disebabkan oleh sentimen ekonomi global. BI menegaskan komitmen untuk tetap aktif dalam pasar demi menjaga kestabilan mata uang lokal.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan dalam pernyataan tertulis bahwa stabilitas rupiah menjadi fokus utama bank sentral saat ini. Ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah terus berlangsung, sehingga memerlukan antisipasi melalui berbagai kebijakan.

“Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prioritas utama Bank Indonesia. Untuk itu, BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki serta kebijakan moneter untuk memastikan kestabilan,” kata Destry.

Rupiah Depresiasi 0,35% ke Rp17.090

Data dari Refinitiv menunjukkan rupiah ditutup dalam zona merah dengan penurunan 0,35% ke level Rp17.090 per dolar AS. Posisi ini kembali mencetak rekor sebagai level penutupan terlemah sepanjang masa untuk mata uang Garuda.

Destry menambahkan bahwa BI secara konsisten dan terukur melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-deliverable Forward (NDF) di pasar offshore. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Perang yang masih berlangsung di Timur Tengah memicu kenaikan harga berbagai komoditas global, termasuk minyak mentah yang berdampak pada tekanan terhadap rupiah. Namun, Indonesia justru memperoleh keuntungan dari kenaikan harga batu bara, nikel, dan komoditas lainnya yang dapat membantu menyeimbangkan tekanan inflasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *