Key Strategy: Dorong Ekonomi Kerakyatan, Mandiri Agen Himpun DPK Rp23 T

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Mandiri Agen Himpun DPK Rp23 T

Dari Jakarta, Bank Mandiri terus berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan memperluas layanan keuangan digital ke berbagai daerah, termasuk wilayah yang belum memiliki kantor cabang. Sebagai bagian dari strategi ini, bank dengan kode saham BMRI menghadirkan Mandiri Agen, layanan perbankan tanpa kantor yang bekerja sama dengan pelaku UMKM. Layanan ini dirancang untuk memudahkan transaksi keuangan dan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui akses yang lebih merata.

Integrasi Teknologi dan Pemberdayaan

Mandiri Agen menjadi sarana sinergi antara perbankan, teknologi digital, serta pengembangan ekonomi lokal. Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat melakukan tarik tunai, transfer dana, pembayaran tagihan, dan membuka rekening tabungan. Selain itu, aplikasi Mandiri Agen juga menyediakan akses ke informasi kredit mikro, memastikan layanan yang aman dan cepat. Dukungan digital ini diharapkan mendorong inklusi keuangan secara berkelanjutan.

“Program Mandiri Agen merupakan wujud kolaborasi erat kami bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pada awal 2026, seluruh indikator kinerja utama mencatatkan pertumbuhan positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis agen yang semakin merata hingga pelosok Indonesia,” ujar Saptari dalam keterangan resmi dikutip Senin (5/4/2026).

Kinerja yang Meningkat

Kehadiran Mandiri Agen telah meningkatkan jangkauan layanan keuangan, terbukti dari pertumbuhan jumlah agen sebesar 12% secara tahunan (yoy) hingga Januari 2026, mencapai 112.650 unit. Pertumbuhan ini didukung oleh adopsi aplikasi Mandiri Agen yang semakin tinggi, dengan pengguna aktif naik 28% yoy menjadi 81.000 agen. Aplikasi ini menawarkan fitur transaksi lebih lengkap dan waktu proses lebih singkat dibandingkan EDC Mini ATM, sehingga memberikan pengalaman yang lebih optimal kepada pelanggan.

Peningkatan Frekuensi dan Nilai Transaksi

Dalam bulan pertama 2026, frekuensi transaksi Mandiri Agen meningkat 44% yoy menjadi 2,34 juta, sementara nilai transaksi melonjak 89% hingga melebihi Rp3,5 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa layanan ini sudah menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Selain itu, jumlah nasabah Mandiri Agen mencapai 3,4 juta, dengan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp22,9 triliun.

Visi Nasional dan Peran Strategis

Pertumbuhan Mandiri Agen sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian ekonomi dan pembangunan dari tingkat desa sebagai fondasi pertumbuhan nasional. Saptari, Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, menegaskan bahwa layanan ini merupakan pilar utama dalam memperluas ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang. Langkah ini membuktikan konsistensi bank dalam menciptakan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bank Mandiri terus memperkuat sinergi yang terintegrasi dalam ekosistem layanannya, agar menciptakan nilai tumbuh yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat peran Mandiri Agen dalam mendorong pemerataan ekonomi hingga ke pelosok Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *