Key Strategy: IHSG Happy Weekend, Melesat 2,07% ke Level 7.458
IHSG Bergerak Positif, Naik 2,07% ke Level 7.458
Pada hari Jumat (10/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari 2%. Indeks berakhir di level 7.458,49, naik 151 poin dari penutupan sebelumnya. Kenaikan ini melanjutkan tren rebound yang terjadi dalam dua hari terakhir, setelah indeks mengalami lonjakan tajam Rabu (8/4) sebesar lebih dari 4%.
Pergerakan saham terpantau bervariasi, dengan 181 saham turun, 485 saham naik, dan 153 saham belum bergerak. Total nilai transaksi mencapai Rp 18,13 triliun, melibatkan 42,94 miliar lembar saham dalam 2,28 juta transaksi. Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp 13,215 triliun.
Sektor Perdagangan Kenaikan Paling Dominan
Menurut data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan mencatatkan peningkatan. Sector barang baku, konsumer non primer, dan properti menjadi pendorong utama, dengan kenaikan tertinggi di sektor barang baku.
“Konflik di Timur Tengah yang berlangsung lebih dari satu bulan masih memengaruhi sentimen pasar,” tulis CNBC. Penutupan Selat Hormuz, jalur vital energi global, menjadi faktor utama yang menyelimuti kecemasan investor.
Di sisi lain, saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini antara lain BUMI, BBRI, dan BBCA. Emiten yang menjadi penopang utama IHSG meliputi Chandra Asri Pacific (TPIA), yang memberi kontribusi 18,17 poin indeks, serta Bank Central Asia (BBCA) dengan sumbangan 21,17 poin.
Pengaruh Perang Geopolitik dan Data Ekonomi
Pelaku pasar perlu memperhatikan sejumlah sentimen, termasuk perang di Timur Tengah hingga data ekonomi penting. Meski gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran terus berlangsung, lalu lintas di Selat Hormuz masih terbatas. Iran menyatakan akan membuka kembali jalur tersebut jika serangan terhadap negaranya dihentikan, sementara Israel menyetujui kesepakatan itu.
“Saya menghentikan serangan terhadap Iran sebagai upaya meredakan konflik,” ujar Presiden Donald Trump. Namun, ia memperingatkan Iran agar tidak mengenakan biaya kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Kinerja Pasar Saham Asia-Pasifik
Pada Jumat (11/4/2026), pasar saham Asia-Pasifik secara umum menguat. Kospi Korea Selatan naik 1,68%, sementara Kosdaq menyentuh kenaikan 1,14%. Di Jepang, Nikkei 225 melonjak 1,65%, sedangkan Topix relatif stabil. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengungkapkan rencana melepas cadangan minyak selama 20 hari mulai Mei nanti.
Dari sisi global, indeks S&P/ASX 200 Australia justru turun 0,51%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong mencapai level 25.900, meningkat dari penutupan sebelumnya di 25.752,40. Harga minyak dunia tetap mengalami kenaikan, dengan WTI naik 0,69% ke US$98,55 per barel dan Brent crude 0,91% ke US$95,92 per barel.
Kinerja Pasar Saham AS
Di Wall Street, indeks saham AS ditutup menguat meski harga minyak sempat turun. S&P 500 naik 0,62% ke 6.824,66, Nasdaq Composite 0,83% ke 22.822,42, dan Dow Jones Industrial Average 0,58% ke 48.185,80, dengan kenaikan 275,88 poin. Kenaikan ini mencerminkan harapan investor atas pelan-pelan redanya ketegangan geopolitik.