Key Strategy: Mandiri Alihkan 99% Saham MMI ke Danantara, Nilainya Tembus Rp1 T
Bank Mandiri Serahkan 99,93% Saham MMI ke Danantara, Transaksi Capai Rp1,02 T
Dalam upaya strategis, PT Bank Mandiri (BMRI) mengambil langkah penting dengan menyerahkan sebagian besar kepemilikan saham di anak perusahaan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) melalui transaksi bernilai tinggi sebesar Rp1,02 triliun. Langkah ini dilakukan dalam bentuk afiliasi, yang melibatkan transfer 1.499 lembar saham atau setara dengan 99,93% dari seluruh ekuitas MMI.
Penyerahan saham tersebut dilakukan oleh PT Mandiri Sekuritas dan Koperasi Konsumen Pegawai Bank Mandiri kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Meski nominalnya besar, transaksi ini tidak termasuk dalam kategori material karena hanya menyumbang 0,32% dari total ekuitas Bank Mandiri, sehingga tidak memenuhi ambang batas yang ditetapkan oleh regulator.
Struktur Transaksi dan Strategi Internal
Struktur transaksi ini diklasifikasikan sebagai afiliasi karena semua pihak terlibat berada dalam ekosistem yang sama dan diendalikan oleh Negara Republik Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, aksi ini lebih menggambarkan bentuk restrukturisasi internal dibandingkan dengan divestasi ke pihak eksternal, karena semua pihak saling terkait dalam sistem keuangan nasional.
Langkah ini sesuai dengan strategi konsolidasi aset yang dijalankan oleh Danantara sebagai holding operasional BUMN, dengan memperkuat dominasi mereka dalam pengelolaan portofolio investasi institusi pemerintah. Proses penilaian nilai transaksi melibatkan pendekatan pasar dan pendapatan, menggunakan metode discounted cash flow (DCF). Hasilnya menunjukkan bahwa harga yang disepakati termasuk wajar.
Manajemen juga memastikan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan benturan kepentingan, serta telah melalui prosedur yang sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Dengan pengalihan saham ini, DAM akan menjadi pemilik utama MMI, yang memperkuat dominasi mereka dalam pengelolaan aset investasi BUMN.