Key Strategy: Perundingan AS-Iran Buntu, RI Pede Ekonomi Kuartal I Tumbuh di Atas 5%

Perundingan AS-Iran Buntu, BI Tetap Yakin Ekonomi Indonesia Kuartal I Tumbuh di Atas 5%

Dalam rangkaian acara Central Banking Forum 2026 di The Grand Ballroom, Mandarin Oriental Jakarta, Senin (13/4/2026), Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan keyakinan BI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan melebihi 5% pada Kuartal I. Meski perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijembatani Pakistan belum mencapai kesepakatan, optimisme tersebut didasarkan pada fondasi ekonomi yang kuat.

Destry menegaskan bahwa momentum positif di sektor ekonomi harus tetap dipertahankan. “Kuartal I diprediksi tumbuh di atas 5 persen, kita proyeksi 5,2 persen. Ekonomi Indonesia cukup kuat untuk terus didorong,” ujarnya dalam wawancara. BI secara rutin mengumpulkan data dari pengusaha dan perusahaan besar, dengan indikator pengeluaran masyarakat di atas Rp5 juta serta meningkatnya angka PMI industri menjadi alasan utama.

“Dari sisi produsen, ekspektasi menunjukkan tren yang membaik. Meski Iran menciptakan ketakutan, momentum ekonomi tetap positif,” tambah Destry.

Dalam menghadapi ketegangan global, BI berkomitmen untuk menjaga kebijakan yang mendukung sektor riil. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan upaya negara-negara lain untuk memperkuat stabilitas ekonomi. Beberapa pemerintah menerapkan kebijakan fiskal yang lebih longgar, sementara yang lain fokus pada daya tarik aset domestik.

Destry juga mengingatkan pentingnya kesiapan ekonomi nasional. “Presiden menyampaikan tiga aspek utama untuk meningkatkan daya tahan: pangan, energi, dan keamanan. Fokus pada pengembangan lahan pertanian, pembangunan kilang baru, serta prioritas pertahanan keamanan saat ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *