Laba Emiten Permen (YUPI) di 2025 Turun Jadi Rp613 Miliar
Laba Emiten Permen (YUPI) di 2025 Turun Jadi Rp613 Miliar
Dalam laporan keuangan tahunan 2025, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mencatatkan laba bersih yang dapat dikaitkan dengan pemilik entitas induk sebesar Rp613,13 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 2,53% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp629,11 miliar.
Pendapatan Kontrak dan Komposisinya
Pendapatan yang diperoleh YUPI berasal dari kontrak dengan pelanggan sejumlah Rp2,93 triliun, turun 3,52% dari tahun sebelumnya. Sekitar Rp2,26 triliun di antaranya berasal dari kontrak domestik, sedangkan Rp773,76 miliar merupakan pendapatan dari ekspor.
Kontribusi terbesar dari pelanggan dalam negeri mencapai Rp2,26 triliun, sementara ekspor menyumbang Rp773,76 miliar.
Biaya dan Efisiensi Operasional
Beban pokok penjualan turun 4,4% tahunan (yoy) menjadi Rp1,93 triliun, sehingga laba bruto berkurang menjadi Rp1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,03 triliun. YUPI juga mampu mengurangi biaya operasional, termasuk beban penjualan yang berada di Rp128,46 miliar dan beban usaha lainnya yang mencapai Rp1,8 miliar.
Bahkan pendapatan usaha lainnya mengalami penurunan menjadi Rp12,93 miliar, yang memengaruhi laba usaha turun 0,38% yoy menjadi Rp768,57 miliar.
Perubahan Neraca Perusahaan
Dari segi neraca, total aset YUPI meningkat menjadi Rp2,9 triliun di akhir 2025. Namun total liabilitas mengalami kenaikan signifikan, dari Rp428,42 miliar di tahun sebelumnya menjadi Rp1,33 triliun. Total ekuitas, di sisi lain, menurun dari Rp2,24 triliun menjadi Rp1,56 triliun.
Dalam hal kontribusi pelanggan, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) menjadi mitra utama dengan kontrak pendapatan sebesar Rp449,47 miliar, atau 15% dari total pendapatan YUPI.