Latest Program: Bos Bank Mega Ungkap Target Kinerja 2026: Jaga Likuiditas yang Utama
Bos Bank Mega Ungkap Target Kinerja 2026: Jaga Likuiditas yang Utama
Dari Jakarta, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) merilis target pencapaian tahunan 2026 dengan sikap optimis. Perusahaan menetapkan laba bersih sebesar Rp3,7 triliun, total kredit yang disalurkan mencapai Rp74 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan tumbuh menjadi Rp111 triliun. Total aset juga ditargetkan meningkat hingga Rp149 triliun.
Strategi Utama untuk Meningkatkan Likuiditas
Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib, menjelaskan langkah strategis untuk mencapai target tersebut. Salah satu fokus utamanya adalah menjaga keseimbangan likuiditas dengan memperkuat pertumbuhan dana murah. Ia menekankan pentingnya mempertahankan rasio pinjaman terhadap dana simpanan (LDR) di bawah 70%, sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI).
“Bagi Bank Mega, menjaga likuiditas lebih penting dari segi lainnya. Terutama saat terjadi krisis, karena pengalaman kami menunjukkan sekitar 30% dana akan ditarik oleh nasabah. Oleh karena itu, kami selalu menjaga kebijakan likuiditas secara ketat,” ujar Kostaman saat diwawancara di Auditorium Bank Mega, Selasa (31/3/2026).
Kinerja Tahun 2025: Pertumbuhan yang Positif
Dalam periode tahun 2025, Bank Mega mencatat peningkatan laba bersih sebesar 28%, mencapai Rp3,36 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis biaya (Fee Based Income) hingga 54%, atau Rp2,79 triliun dari Rp1,82 triliun di tahun sebelumnya. Selain itu, total aset berada di Rp140,83 triliun, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Seiring dengan itu, pertumbuhan kredit mencapai 4% hingga mencapai Rp67,23 triliun, sementara rasio Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 1,65%. DPK juga mengalami kenaikan 14% menjadi Rp104,13 triliun, meski komposisinya masih didominasi oleh Deposito. Namun, saldo CASA naik 2% menjadi Rp28,14 triliun.
Kostaman menambahkan, kebijakan pengendalian kredit secara hati-hati tetap dijalankan sekaligus menyalurkan dana ke instrumen yang menguntungkan. Ia menyebutkan, keputusan ini tidak mengurangi efisiensi operasional, terlebih dalam kondisi margin bunga bersih (NIM) yang cenderung menurun.
Strategi lainnya mencakup optimisasi investasi aset treasury serta penguatan peran cabang dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Peningkatan volume kredit grosir melalui bilateral dan sindikasi, serta akselerasi Kartu Kredit, menjadi fokus utama. Di sisi kinerja keuangan, Bank Mega mempertahankan rasio permodalan (CAR) di 30,49%, ROA 3,10%, ROE 15,54%, NIM 4,18%, dan BOPO 69,12%.