Latest Program: Harga Minyak Masih Berada di US$110, Timur Tengah Masih Panas

Harga Minyak Masih Berada di US$110, Timur Tengah Masih Panas

Jakarta, Harga minyak global terus naik di awal pekan ini, didorong oleh ketegangan politik antarnegara. Data Refinitiv menunjukkan, pada Senin (6/4/2026) pukul 09.30 WIB, harga minyak acuan mencapai level tinggi setelah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data tersebut, harga Brent berada di sekitar US$109,59 per barel, sementara WTI mencapai US$110,63 per barel.

Penguatan Harga Minyak

Kenaikan ini terjadi setelah fase volatilitas yang cukup intens sejak akhir Maret. Brent pernah mencapai US$118,35 pada 31 Maret, lalu kembali turun sebelum melanjutkan penguatan. Jika dilihat dari awal Maret, tren harga minyak terlihat cukup kuat, dengan Brent meningkat lebih dari 9% dari posisi awalnya di US$99,94.

Gangguan Suplai dan Ancaman Baru

Distribusi minyak dunia terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang menyebabkan penutupan jalur utama melalui Selat Hormuz. Area ini menjadi penghubung penting bagi sekitar 20% pasokan minyak global. Beberapa kilang mulai mencari sumber alternatif, seperti dari Laut Utara dan Teluk AS, memicu persaingan harga. Namun, Iran masih membatasi akses bagi kapal tertentu, sehingga aliran pasokan belum sepenuhnya terhenti.

Antisipasi Serangan dari Washington

Ketegangan geopolitik semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan ancaman keras terhadap Iran. Jika Selat Hormuz tetap tertutup, serangan terhadap infrastruktur energi dan transportasi bisa terjadi dalam waktu dekat. Ancaman ini berpotensi memperpanjang konflik, terutama setelah fasilitas energi di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menjadi sasaran.

Respons Kebijakan OPEC+

OPEC+ telah menyetujui kenaikan produksi sekitar 206 ribu barel per hari untuk bulan Mei. Namun, penerapan kebijakan ini menghadapi hambatan di lapangan. Beberapa produsen utama mengalami gangguan operasional akibat konflik, sementara Rusia mengalami kesulitan ekspor setelah serangan drone terhadap terminal di Laut Baltik. Kondisi ini mengurangi kemungkinan peningkatan pasokan yang diharapkan. CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *