New Policy: Cadangan Devisa Turun US$3,7 M, Begini Penjelasan BI!

Cadangan Devisa Turun US$3,7 M, Begini Penjelasan BI!

Penurunan Cadangan Devisa Indonesia pada Maret 2026

Bank Indonesia mengumumkan bahwa cadangan devisa negara mengalami penurunan sebesar US$3,7 miliar pada bulan Maret 2026. Angka ini menurunkan total cadangan devisa menjadi US$148,2 miliar, dibandingkan US$151,9 miliar pada bulan sebelumnya.

Menurut laporan BI, penurunan tersebut terjadi karena penggunaan cadangan devisa untuk memenuhi kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan yang diambil untuk menjaga nilai tukar Rupiah. Meski terjadi penurunan, BI tetap yakin bahwa cadangan devisa masih memadai untuk memastikan stabilitas ekonomi.

“Bank Indonesia akan tetap menjaga cadangan devisa di atas standar internasional yang ditentukan. Standar kecukupan minimal internasional adalah tiga bulan impor, dan kita berada jauh di atasnya,” jelas Direktur Eksekutif Informasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Cadangan devisa Indonesia saat ini setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dalam siaran pers yang dikutip, BI menyatakan bahwa kebijakan stabilisasi nilai tukar merupakan respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang semakin meningkat.

“Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat,” tambah Ramdan Denny.

Ramdan Denny menegaskan bahwa BI terus memantau kondisi cadangan devisa untuk memastikan ketahanan eksternal Indonesia. “Berapapun cadangan devisa yang digunakan dalam intervensi, selalu dipertimbangkan dengan posisi yang sehat dan memadai bagi negara,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *