Perang Iran dan AS-Israel Bikin Dolar Perkasa – Ini Penjelasan BI

Perang Iran dan AS-Israel Bikin Dolar Perkasa, Ini Penjelasan BI

Jakarta – Ketegangan antara Iran dan AS-Israel memengaruhi nilai tukar dolar AS, termasuk terhadap rupiah. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan bahwa faktor ini berakar pada dampak tidak langsung konflik tersebut terhadap pasar keuangan global.

“Peningkatan indeks DXY mencerminkan pergerakan dolar AS yang lebih kuat. Investor cenderung menghindari risiko, sehingga melakukan aktivitas jangka aman dengan mengalirkan modal ke pasar keuangan maju, termasuk Amerika Serikat,” ujar Destry dalam Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin (14/4/2026).

Dalam diskusi, Destry juga menyebutkan bahwa sentimen risiko yang meningkat mendorong arus modal ke negara-negara berkembang, menyebabkan melemahnya mata uang non-dolar. “Meskipun terjadi aliran dana ke SBN, saham, dan SRBI, total outflow mencapai Rp21 triliun,” tambahnya.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, pada pukul 09.00 WIB tercatat naik 0,37% ke level 99,010. Perkembangan ini membuat rupiah terdepresiasi sejak perdagangan awal pekan ini, Senin (13/4/2026), dengan kurs mencapai Rp17.100/US$.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka melemah 0,09% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini berlanjut setelah penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026), di mana rupiah juga mengalami penurunan tipis 0,03% ke posisi Rp17.085/US$.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *