Special Plan: Multifinance RI Bisa Dapat Berkah dari Perang, Bos OJK Spill Alasannya

Multifinance RI Bisa Dapat Berkah dari Perang, Bos OJK Spill Alasannya

Dari Jakarta, OJK menilai konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak, termasuk BBM, bisa menjadi peluang bagi perusahaan pembiayaan multifinance untuk merambah sektor kendaraan ramah lingkungan.

“Potensi dinamika geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan BBM perlu dimanfaatkan sebagai ajang percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Ini berdampak positif pada kemampuan industri multifinance untuk memperluas berbagai jenis pembiayaan hijau,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura Agusman dalam pernyataan tertulis, Kamis (9/4/2026).

Menurut Agusman, keinginan publik terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Hal ini terlihat dari peningkatan volume penyaluran pembiayaan di sektor tersebut. “Pada Februari 2026, pendanaan kendaraan listrik oleh multifinance naik 39,35% secara tahunan menjadi Rp21,94 triliun,” tambahnya.

Agusman menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan untuk mobil listrik atau hybrid mendominasi sektor transportasi. Angka tersebut mencapai 83,52% dari total, dengan nilai sekitar Rp18,32 triliun.

Dalam konteks pertumbuhan, OJK memproyeksikan kenaikan piutang multifinance sebesar 6% hingga 8% pada tahun 2026. Menurut Agusman, proyeksi ini masih masuk akal, mengingat kondisi pasar dan target industri.

“Untuk mencapai angka tersebut, perusahaan harus memaksimalkan potensi wilayah dan sektor yang menjanjikan. Sejumlah faktor seperti kualitas aset dan pengelolaan risiko juga perlu diperhatikan,” kata Agusman.

Pada Januari 2026, volume pembiayaan baru industri multifinance mencapai Rp78,16 triliun. Sebagian besar diisi oleh multiguna, dengan kontribusi sebesar Rp37,10 triliun. Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik pada bulan sama naik 39,13% yoy menjadi Rp21,05 triliun.

Menurut data periode 2022-2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat mengalami kenaikan rata-rata 6,80% per tahun. Per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat mencapai Rp229,43 triliun, termasuk kenaikan signifikan pada kendaraan bekas.

Agusman menambahkan bahwa perbaikan pasar otomotif akhir tahun memberikan indikasi positif untuk sektor pembiayaan kendaraan. Namun, dinamika kontraksi di beberapa perusahaan masih dipengaruhi oleh kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing, yang terus diperhatikan melalui data terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *