Topics Covered: Warren Buffet Ungkap 3 Aset Investasi Anti-Boncos Lawan Inflasi
Warren Buffett Berbagi Panduan 3 Aset Efektif untuk Melawan Inflasi
Sebagai ikon investasi global, Warren Buffett sering dianggap sebagai sumber inspirasi bagi banyak orang. Dengan kekayaan mencapai Rp 1.791,73 triliun, ia dikenal sebagai figur yang selalu membagikan wawasan tentang pengelolaan keuangan. Dalam wawancara tahun lalu, Buffett menyoroti bahwa salah satu prinsipnya bisa menjadi pelindung terhadap tekanan inflasi.
“Yang terbaik adalah menjadi ahli di satu bidang,” ujarnya saat menghadiri rapat tahunan Berkshire Hathaway. “Keterampilan yang Anda kuasai tidak bisa dirampas, dan itu memberi Anda keunggulan ketika harga barang terus naik.”
Menurut Buffett, untuk menghadapi inflasi, penting untuk terus meningkatkan diri dan tetap unggul di bidang yang dipilih. “Kemampuan apa pun yang Anda miliki adalah milik Anda, dan tidak bisa hilang,” tambahnya, seperti dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (05/4/2026). Ia menekankan bahwa investasi terbaik adalah hal-hal yang memperkuat kemampuan pribadi, terutama tanpa kena pajak.
Contohnya, Buffett menyebutkan bahwa menuntut ilmu, mengambil pelatihan, atau bekerja dengan mentor bisa menjadi cara untuk meningkatkan diri. “Anda tidak perlu membuang waktu pada keterampilan yang tidak berguna, terutama saat inflasi sedang memuncak,” jelasnya. Di sisi lain, keterampilan komunikasi juga penting. “Menguasai komunikasi adalah langkah awal untuk membangun kekayaan yang lebih besar,” katanya dalam video LinkedIn.
“Jika komunikasi buruk, seperti mengedipkan mata di gelap—tidak ada hasil. Anda bisa punya otak yang hebat, tetapi harus bisa menyampaikannya,” tegas Buffett.
Setelah memperkuat diri, Buffett menyarankan untuk mengalokasikan dana ke aset lain yang tahan inflasi. Properti, menurutnya, adalah pilihan yang baik. “Memiliki rumah adalah investasi sekali bayar, lalu mendapatkan manfaat dari kenaikan harga tanpa perlu mengeluarkan dana tambahan,” katanya.
Buffett mengelola portofolio saham saat inflasi tinggi di Amerika Serikat pada 1970-an. Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway 1981, ia menyebutkan dua kunci utama bisnis yang tahan inflasi: kemampuan menaikkan harga secara fleksibel dan operasional dengan biaya rendah.
Contoh yang ia berikan adalah Apple (AAPL), dengan metrik keuangan yang menunjukkan efisiensi dan daya tawar yang kuat. Namun, Buffett sendiri tidak terlalu menyukai emas. Dalam surat 2011, ia menyebut emas sebagai aset yang “tidak pernah menghasilkan apa-apa”.
“Emas bisa menjadi pelindung inflasi, tetapi daya belinya tetap stabil meski nilai dolar mengalami penurunan,” tambah William Bevins, penasehat keuangan.
Sebelumnya, Berkshire Hathaway pernah memegang 21 juta saham Barrick Gold (GOLD) beberapa tahun lalu. Meski tidak sepenuhnya yakin pada emas, Buffett mengakui peran khususnya sebagai lindung nilai. Panduan ini menggabungkan pengembangan diri, investasi properti, dan aset seperti emas untuk menghadapi tekanan inflasi secara holistik.