Transaksi Repo Surat Utang RI Tembus Rp215 T di Kuartal I-2026

Transaksi Repo Surat Utang RI Tembus Rp215 T di Kuartal I-2026

Hingga kuartal pertama tahun 2026, volume transaksi Repo surat utang Indonesia mencapai Rp215 triliun, atau naik ke level 36% dari pangsa pasar interdealer. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025, yang sebelumnya mencatatkan Rp751,6 triliun atau 27% dari total pasar interdealer.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa sebanyak 13 dari 21 Dealer Utama Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA) telah aktif mengakses Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) untuk transaksi Repo Surat Utang. Platform ini resmi dioperasikan pada 1 April 2026, menjadi satu-satunya sistem yang bisa memfasilitasi penyampaian kewajiban kuotasi Dealer Utama PUVA dalam pasar sekunder.

Kinerja SPPA Menjadi Fokus Utama BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan bahwa SPPA memiliki peran krusial dalam meningkatkan inklusivitas perdagangan Repo. Dengan adanya platform ini, proses post-trade di pasar keuangan menjadi lebih efisien, sementara transparansi harga juga terangkat melalui mekanisme penemuan harga yang optimal.

SPPA menjadi platform resmi yang mendorong likuiditas dan penemuan harga di pasar sekunder. Kami yakin, kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat ekosistem keuangan Indonesia,” kata Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jumat (10/4/2026).

BEI berharap seluruh Dealer Utama PUVA memanfaatkan SPPA secara penuh. Dengan integrasi sistem ini, kebutuhan pasar akan terpenuhi secara lebih baik, serta pendalaman pasar keuangan dapat terus ditingkatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *