Video: Perang Bikin Biaya Logistik Melonjak – Bisnis Pelayaran Cuan?
Video: Konflik Timur Tengah Tambahkan Tekanan pada Biaya Logistik, Bisnis Pelayaran Berpeluang Naik?
Perang di Timur Tengah berdampak signifikan pada keamanan dan risiko transportasi laut, khususnya bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Situasi ini mengubah dinamika bisnis jasa angkutan barang dan tanker, membuat biaya logistik meningkat. Direktur Utama PT Samudera Indonesia, Bani Mulia, mengungkapkan ketegangan saat ini mendorong perusahaan logistik dan kargo untuk melakukan penyesuaian dalam operasional.
Samudera Indonesia terus memantau perjalanan rute pelayaran serta keamanan pasokan, akses, dan harga bunker. Perusahaan sementara menghentikan beberapa jalur di wilayah Timur Tengah yang dekat dengan area konflik. Di sisi lain, ketidakpastian ini menurunkan kapasitas pengangkutan operator, sementara permintaan tetap tinggi. Akibatnya, harga freight trade mengalami kenaikan, sehingga biaya pengiriman barang semakin mahal.
Peluang untuk Perluasan Layanan Logistik
Kenaikan biaya transportasi memberi ruang bagi bisnis logistik untuk memperluas jaringan layanan. Bani Mulia menjelaskan bahwa kondisi ini memicu lonjakan tarif, yang bisa menjadi momentum bagi perusahaan untuk menyesuaikan strategi. Dalam dialog dengan Dina Gurning pada Focus On Infra, CNBC Indonesia, ia memaparkan dampak konflik terhadap sektor pelayaran dan logistik.
“Ketegangan saat ini membuat SDMR melakukan penyesuaian operasional, termasuk menghentikan rute tertentu di Timur Tengah yang berdekatan dengan zona konflik,” ujar Bani Mulia.
Berikutnya, simak bagaimana perang memengaruhi bisnis pelayaran dan logistik melalui wawancara lengkap dengan Bani Mulia, Rabu, 08/04/2026.