Visit Agenda: Breaking News! Harga Minyak Terbang 4% ke US$106

Breaking News! Harga Minyak Terbang 4% ke US$106

Pada perdagangan Kamis (2/4/2026), harga minyak global kembali mengalami kenaikan tajam setelah sempat terpuruk dalam sesi sebelumnya. Penurunan sebelumnya terjadi meski pasar masih mengalami fluktuasi signifikan. Menurut Refinitiv, pada 09.30 WIB, harga minyak Brent mencapai US$106,16 per barel, meningkat dari penutupan sebelumnya di US$101,16. Sementara itu, minyak WTI mencatatkan US$104,32 per barel, naik dari US$100,12.

Kenaikan ini mencapai angka sekitar 4,9% untuk Brent dan 4,2% untuk WTI dalam sehari. Perubahan mendadak ini mencerminkan ketidakstabilan pasar akibat ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah. Tren harga minyak sejak akhir Maret menunjukkan volatilitas ekstrem, dengan Brent bergerak dari US$99 hingga US$118, lalu turun ke US$101, dan kini kembali ke US$106.

Konflik AS-Iran Jadi Penyebab Utama

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut, termasuk mengarah ke fasilitas energi dan minyak dalam beberapa minggu ke depan. Pernyataan ini langsung mengubah arah pasar yang sebelumnya cenderung berhati-hati.

Serangan terhadap Iran akan berlanjut, termasuk menyasar fasilitas energi dan minyak dalam beberapa pekan ke depan, kata Trump.

Dalam konteks ini, insiden kapal tanker minyak QatarEnergy yang menjadi korban rudal Iran di perairan Qatar memperkuat kekhawatiran terhadap keamanan distribusi energi global. Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan minyak, kembali menjadi sorotan.

Peringatan dari IEA tentang Suplai Eropa

Ketegangan yang berlangsung juga memengaruhi pasokan minyak. International Energy Agency (IEA) telah mengingatkan bahwa gangguan suplai mulai terasa di Eropa pada April. Area ini sebelumnya terlihat stabil karena masih mengandalkan kontrak lama, namun kondisi mulai berubah seiring konflik yang terus memuncak.

Dengan dinamika geopolitik yang berubah cepat, pasar sangat rentan terhadap setiap perkembangan konflik. Kenaikan harga minyak terjadi setelah koreksi dalam, menunjukkan tingkat sensitivitas pasar terhadap risiko global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *