Special Plan: Pakar: Green Policing Polda Riau Solusi Tekan Emisi di Tengah Ancaman El Nino

Pakar: Program Green Policing Polda Riau Jadi Jawaban untuk Mengatasi Emisi di Tengah Ancaman Fenomena El Nino

Profesor dari IPB University, Bambang Suharjo, mengapresiasi inisiatif Green Policing yang diterapkan Polda Riau. Menurutnya, tindakan menanam pohon secara terus-menerus yang digagas oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan merupakan upaya konkret untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem akibat ancaman Super El Nino.

“Dengan program Green Policing ini, Polda Riau sudah mulai mengimbangi kebakaran yang terjadi. Jika tidak dilakukan, maka emisi yang telah kita hitung perlu direvisi kembali,” tutur Bambang saat berbicara di Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026).

Menurut Bambang, menanam pohon bukan sekadar kegiatan simbolis. Cara ini dianggap efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, bahkan jika dilakukan secara masif. Meski tampak ringan, tindakan tersebut dapat memberikan dampak signifikan bagi lingkungan.

“Karena emisi karbon yang kita lepaskan harus dikendalikan. Dengan menanam pohon, kita bisa menyerap karbon secara alami. Meski kelihatannya ‘tanam…tanam…tanam’, tetapi secara ilmiah ini adalah solusi untuk mengurangi CO2 di atmosfer,” jelasnya.

Super El Nino dan Dampaknya

Bambang menekankan bahwa fenomena Super El Nino tahun ini mengharuskan langkah-langkah lebih serius. Fenomena ini mengacu pada kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mencapai minimal 2,7°C di atas rata-rata. Perubahan ini memicu gangguan sirkulasi atmosfer global, berpotensi mengakibatkan cuaca ekstrem.

“Situasi seperti tahun 1997-1998, saat 10-11 juta hektare lahan terbakar dan 500 orang meninggal, bisa terulang jika kita tidak segera bertindak,” kata Bambang.

Kolaborasi untuk Deteksi Awal Karhutla

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menambahkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kerja sama lintas sektor. Ia menekankan perlunya deteksi dini untuk menghentikan api sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

“Deteksi dini harus dilakukan secara bersama. Ini bukan tugas satu pihak saja, tetapi memerlukan kolaborasi untuk memutus titik api sejak awal, terutama sebelum musim kemarau mencapai puncaknya,” ujarnya.

Menurut Herry, langkah strategis seperti ini akan memudahkan upaya pemadaman, karena kebakaran yang lebih dini terdeteksi bisa diatasi sebelum meluas. Ini penting untuk mengurangi dampak asap yang bisa menyelimuti wilayah nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *