Important Visit: Dukcapil DKI catat jumlah pendatang per akhir Maret capai 1.000 jiwa
Dukcapil DKI Catat 1.000 Pendatang Baru pada Akhir Maret 2026
Jakarta menjadi fokus perhatian setelah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta melaporkan adanya 1.000 warga baru yang pindah ke ibu kota negara selama periode 25 hingga 30 Maret 2026. Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Kepala Dukcapil DKI, Denny Wahyu Haryanto, jumlah ini mencerminkan jumlah pendatang pascalibur Lebaran 2026.
“Dari 25 Maret hingga 30 Maret 2026, hasil Pelayanan Adminduk menunjukkan adanya 1.000 jiwa pendatang baru,” ujar Denny di Jakarta, Rabu.
Denny menambahkan, tren penurunan jumlah pendatang ke Jakarta sudah terjadi selama tiga tahun terakhir. Prediksi tahun ini menyebutkan adanya penurunan jumlah warga yang pindah, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama.
Faktor-Faktor Penurunan Pendatang ke Jakarta
Pertama, pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah semakin merata. Banyak wilayah kini memiliki pusat industri yang mampu menyerap tenaga kerja, sehingga masyarakat tidak lagi harus berbondong-bondong ke Jakarta untuk mencari penghidupan.
Kedua, perubahan pola pikir masyarakat terhadap Jakarta. Seiring transformasi kota menjadi ibu kota global, kebutuhan kompetensi dan keterampilan semakin tinggi. Hal ini membuat calon pendatang sadar bahwa tinggal di Jakarta tidak cukup hanya dengan keberanian, tetapi juga harus memiliki kemampuan yang memadai.
Ketiga, kesiapan tempat tinggal. Banyak warga daerah masih bingung mengenai lokasi tempat mereka akan tinggal setelah sampai di Jakarta. Karena tidak ada kepastian, beberapa memilih menunda rencana perpindahan ke kota metropolitan tersebut.
Denny juga menyatakan data yang disebutkan masih menunggu update hingga akhir April 2026. Pada periode 1 hingga 29 April, Dukcapil DKI akan mengadakan kegiatan Jemput Bola Pelayanan Adminduk di sejumlah RW, bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, serta pengurus RT/RW setempat.