Key Strategy: Aktivis desak warga setop gunakan air tanah cegah Jakarta “tenggelam”

Aktivis Desak Warga Setop Gunakan Air Tanah Cegah Jakarta “Tenggelam”

Di Jakarta, sejumlah aktivis dari berbagai komunitas menggalang dukungan agar masyarakat menghentikan penggunaan air tanah secara massif. Tindakan ini dianggap sebagai langkah penting untuk menghambat penurunan permukaan tanah yang semakin parah, yang bisa menyebabkan kota ini terancam banjir. Menurut Anwar Sjani, Ketua Komunitas Warga Jaga Jakarta, fenomena penurunan muka tanah saat ini sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

“Penggunaan air tanah secara masif, terutama oleh gedung-gedung bertingkat, dituding menjadi faktor utama yang mempercepat potensi Jakarta ‘tenggelam’,” katanya.

Anwar menyoroti bahwa banyak bangunan tinggi, termasuk hotel dan apartemen, masih mengeksploitasi air tanah secara diam-diam demi mengurangi biaya operasional. Meski akses air perpipaan sudah tersedia, praktik penggunaan air tanah tetap dilakukan. Ia menegaskan bahwa hal ini berdampak signifikan pada debit air, sehingga menyebabkan penurunan permukaan tanah.

Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Anwar meminta pemerintah tidak hanya menerapkan regulasi melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026, tetapi juga memberikan sanksi tegas kepada pengelola gedung yang melanggarnya. “Tidak hanya kebijakan, tetapi juga penyegelan gedung perlu diberikan kepada pelaku eksploitasi ilegal,” tambahnya.

Sumitro: Air Tanah Jakarta Sudah Tidak Layak Konsumsi

Sementara itu, Sumitro, tokoh masyarakat Jakarta, menyatakan bahwa kualitas air tanah di kota ini sudah memburuk. Hampir 95 persen air tanah di Jakarta Utara dan Barat tidak layak dikonsumsi, bahkan setelah dimasak. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan dampak jangka panjang dari penggunaan air tanah yang tercemar.

“Kami menyarankan pemerintah membentuk Satgas khusus untuk mengaudit penggunaan air di tempat komersil dan perusahaan air minum,” katanya.

Sebelumnya, PAM Jaya menyatakan target memberikan akses air bersih 100 persen ke seluruh wilayah DKI Jakarta pada 2029. Untuk mencapai tujuan itu, pihaknya mengupayakan percepatan pelayanan air perpipaan. “Percepatan layanan air perpipaan adalah langkah strategis untuk menghadapi tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat,” jelas Anugrah Esa, Direktur Strategis & Bisnis PAM Jaya.

Anugrah menambahkan bahwa target ini tidak hanya tentang pelayanan publik, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya akses air bersih dan sanitasi. Dengan menekan eksploitasi air tanah, penggunaan air perpipaan diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap permukaan tanah.

Kemudian, PAM Jaya akan memperluas cakupan layanan hingga menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Langkah strategis lainnya meliputi menambah sekitar dua juta pelanggan baru dan melakukan revitalisasi jaringan pipa secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *