Main Agenda: Pemprov DKI segera buat Pergub turunan dari PP Tunas

Pemprov DKI Jakarta Akan Segera Terbitkan Pergub Berdasarkan PP Tunas

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana merilis Peraturan Gubernur (Pergub) yang menjadi turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Ia menyatakan bahwa pemerintah provinsi sudah sepakat untuk mewujudkan aturan tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi nasional.

“Kami telah merapatkan, menyetujui, dan akan segera membuat Pergub sebagai turunan dari PP tersebut,” ujar Pramono di area Jakarta Pusat, Jumat.

Dalam wawancara tersebut, Pramono menjelaskan bahwa anak-anak di Jakarta cenderung lebih familiar dengan teknologi digital dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Karena itu, ia menilai perlunya segera menyusun peraturan turunan agar dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal.

Langkah Konkret untuk Memperkuat PP Tunas

Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyebutkan bahwa Pemprov DKI akan melaksanakan PP Tunas melalui kerja sama lintas instansi, terutama Diskominfotik dan Dinas Pendidikan. “Langkah konkret yang sedang dipersiapkan mencakup sosialisasi luas kepada orang tua, sekolah, dan komunitas wilayah,” tutur Chico pada 28 Maret 2026.

Chico juga menambahkan bahwa koordinasi dengan platform digital akan menjadi fokus utama untuk memastikan kepatuhan aturan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi keluarga akan dilakukan agar pembatasan akses daring diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat dari orang tua.

Surat Edaran untuk Sekolah DKI

Terkait lingkungan pendidikan, Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026 tentang Penggunaan Gawai secara bijak di lembaga pendidikan. Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa guru dan kepala sekolah akan mendapatkan panduan tambahan untuk membatasi penggunaan perangkat selama jam pelajaran, kecuali untuk keperluan pembelajaran yang disetujui.

Chico juga menegaskan bahwa sekolah akan menyediakan tempat khusus untuk menyimpan Gawai siswa, sementara guru diminta meningkatkan pengawasan dan sosialisasi risiko ruang digital. Selain itu, pihaknya mendorong aktivitas offline yang lebih bermakna bagi pelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *