New Policy: Ketum Bamus sebut Lebaran Betawi 2026 maknai budaya jadi pemersatu
Ketum Bamus Sebut Lebaran Betawi 2026 Maknai Budaya Jadi Pemersatu
Jakarta – Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, H. Riano P Ahmad, menekankan bahwa acara puncak Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menggambarkan peran budaya dalam memperkuat persatuan bangsa. “Lebaran Betawi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang untuk mengumpulkan komunitas Betawi dan seluruh warga Jakarta dalam ikatan kebersamaan,” ujarnya di Lapangan Banteng, Minggu.
“Budaya Betawi menjadi elemen penting yang mampu menghadirkan kesatuan, terlepas dari perbedaan lainnya,” tutur Riano.
Pengunjung terlihat antusias sejak pagi hingga siang, dengan banyak orang datang untuk melihat atraksi budaya yang menampilkan identitas khas Betawi. Aktivitas seperti Hantaran, Palang Pintu, dan Topeng Blantek, yang mengisahkan kehidupan masyarakat adat, mendapat sambutan hangat. Kemeriahan juga meningkat ketika pawai ondel-ondel diselingi tradisi sorokan, yang menjadi bagian dari kegiatan tahunan.
Sebagai acara rutin tahunan yang diorganisasi oleh Pemprov DKI Jakarta dan Bamus Betawi, Lebaran Betawi 2026 bertujuan menjaga hubungan kekeluargaan antar warga Betawi. Riano mengatakan, nilai-nilai ini tercermin dalam interaksi generasi muda dan tua, termasuk prosesi simbolis para wali kota dan bupati membawa hantaran untuk Gubernur DKI.
Di samping pertunjukan budaya, acara ini juga menampilkan hidangan makanan khas Betawi dan pasar lokal. Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah seperti Tegal dan Yogyakarta menunjukkan popularitas event ini. Riano menyebut hujan deras pada malam acara justru memicu semangat lebih besar, karena pengunjung tetap berdatangan dalam jumlah besar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebelumnya menegaskan bahwa Lebaran Betawi 2026 menjadi momen strategis untuk memperkuat identitas budaya Jakarta. “Budaya Betawi adalah jantung kota yang harus tetap hidup di tengah perubahan zaman,” sambungnya.
Tema dan Jadwal
Lebaran Betawi 2026 berlangsung pada 10–12 April 2026, dengan tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”. Acara dimulai dengan malam syukuran yang mencakup pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, serta doa bersama pada Jumat pukul 18.30–21.30 WIB.
Hari berikutnya, dari pukul 08.00–23.00 WIB, diadakan pertunjukan ondel-ondel, tanjidor, silat, dan gambang kromong. Kegiatan seremonial, silaturahmi akbar, serta hiburan rakyat seperti lenong Betawi dan layar tancap juga tercantum dalam jadwal. Di hari terakhir, dari 06.00–22.00 WIB, terdapat senam bersama, permainan tradisional, dongeng rakyat, karnaval budaya, hiburan musik, hingga sajian kuliner lokal.
Riano berharap kegiatan ini terus dikembangkan sebagai upaya melestarikan warisan budaya Betawi. “Dengan kehadiran masyarakat yang beragam, Lebaran Betawi menjadi bukti bahwa tradisi bisa mempererat tali persaudaraan,” imbuhnya.