Soal “zebra cross” di Tebet – Pemprov diminta perkuat kolaborasi

Soal “zebra cross” di Tebet , Pemprov diminta perkuat kolaborasi

Jakarta – Yuke Yurike, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, mengapresiasi inisiatif warga yang membuat zebra cross di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi peluang bagus bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk bekerja sama dengan masyarakat dalam memperbaiki lingkungan. “Keterlibatan masyarakat ini jangan diabaikan. Mereka bukan saingan, justru harus diajak menjadi bagian dari sistem pengawasan,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Rabu.

Menurut Yuke, keterlibatan masyarakat dalam penataan lingkungan harus diintegrasikan ke dalam proses pengawasan dan perbaikan. Melalui kolaborasi yang optimal antara pemerintah dan warga, dia berharap penataan fasilitas publik di Jakarta bisa berjalan lebih efektif. “Ini yang sebetulnya harus digandeng dan diajak kolaborasi oleh dinas terkait maupun Pemprov,” tambahnya.

Di sisi lain, Yuke menekankan bahwa pembuatan zebra cross tetap harus mengikuti aturan lalu lintas. Desain yang terlalu mencolok, jika diterapkan di lokasi lalu lintas padat, berpotensi mengganggu keselamatan. “Kalau terlalu fancy di tempat-tempat yang riskan, itu bisa membahayakan, misalnya orang jadi melambat saat menyeberang karena melihat gambar, sementara lalu lintasnya padat,” terangnya.

Meski demikian, Yuke membuka peluang penerapan desain kreatif zebra cross di lokasi tertentu, seperti di kawasan dekat taman atau area dengan risiko lalu lintas lebih rendah. Ia menambahkan bahwa desain menarik bisa menjadi sarana edukasi, terutama bagi anak-anak, agar lebih tertib saat menyeberang jalan. “Di tempat tertentu yang tidak terlalu riskan, itu (zebra cross) bisa dibuat menarik dan estetik, bahkan bisa jadi edukasi agar orang mau menyeberang di zebra cross,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *