Solution For: Polda Metro: Penerimaan Akpol 2026 hanya satu jalur, tanpa kuota khusus atau titipan
Polda Metro Jaya: Seleksi Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler
Jakarta – Kepala Biro SDM Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muh. Dwita Kumu Wardana, mengungkapkan bahwa proses penerimaan calon taruna/taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 akan dijalankan secara tunggal melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus maupun titipan yang diberikan kepada pihak tertentu. Pernyataan ini disampaikan saat tahap pemeriksaan kesehatan (rikkes) pertama sedang berlangsung.
“Seleksi Akpol TA 2026 hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada ruang bagi siapa pun untuk memanipulasi proses ini,” kata Dwita dalam keterangannya, Selasa.
Dwita menambahkan, kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh hasil seleksi yang objektif. Untuk memastikan transparansi, panitia menerapkan pengawasan multilapis, mulai dari verifikasi wajah, penghadiran peserta, hingga pengkodingan data. Metode ini bertujuan menghindari tindakan korupsi atau kecurangan di seluruh proses.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihannya, Polda Metro Jaya menggandeng beberapa lembaga pengawas, seperti Paminal, Itwasda, Provos, serta pengawas eksternal dan IDI. Hal ini diharapkan memastikan rekrutmen berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tahap Pemeriksaan Kesehatan Berlangsung di Jakarta
Tahap rikkes dilaksanakan di Biddokkes Polda Metro Jaya, Jakarta, pada 7 hingga 11 April 2026. Di hari pertama, sebanyak 300 peserta mengikuti pemeriksaan. Kegiatan ini bertujuan menguji kondisi kesehatan peserta secara menyeluruh.
“Pemeriksaan kesehatan ini menjadi dasar penilaian apakah peserta layak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya,” ujar Dwita.
Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani berbagai tes, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan kadar lemak, tekanan darah, nadi, gigi, penglihatan, serta tes kesehatan fisik lainnya. Dwita menjelaskan, rikkes merupakan bagian dari prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Sebagai langkah pencegahan, semua tahapan diawasi ketat oleh tim medis Biddokkes dan panitia seleksi. Dwita juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap pihak yang menawarkan jasa kelulusan atau meminta biaya. “Jika menemukan praktik tidak jujur, segera laporkan melalui Call Center 110, Dumas Presisi, atau kanal pengaduan Propam,” katanya.
Ia menegaskan bahwa para peserta harus fokus mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik, mental, maupun akademik. “Yang menentukan kelulusan adalah kemampuan peserta sendiri, bukan janji atau bantuan dari pihak lain,” tambah Dwita.