Ada Ancaman PHK di Pabrik Minuman Kemasan Efek Ledakan Harga Plastik

Ancaman PHK di Pabrik Minuman Kemasan Akibat Lonjakan Harga Plastik

Di Jakarta, produsen minuman dalam kemasan (MDK) mulai merasa cemas karena kenaikan harga bahan baku plastik. Hal ini berpotensi memengaruhi biaya produksi mereka, terutama untuk produk dalam kemasan galon, botol plastik, dan gelas. Karyanto Wibowo, ketua umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik telah menyebabkan dampak serius pada industri MDK.

“Kenaikan harga bahan plastik saat ini sangat memengaruhi industri MDK, karena sebagian besar kemasan masih bergantung pada plastik, seperti polyethylene terephthalate (PET) resin untuk botol, high-density polyethylene (HDPE) untuk galon, serta polypropylene (PP) untuk tutup dan label,” jelas Karyanto kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026).

Karyanto menambahkan, harga bahan plastik telah naik antara 25% hingga 70%, dengan beberapa jenis material mencapai kenaikan hingga 100%. “Kenaikan PET resin serta bahan plastik pendukung lainnya mencapai 25% hingga 70%, bahkan hingga 100% sejak awal April 2026. Akibatnya, biaya produksi MDK secara keseluruhan meningkat sekitar 35% hingga 45%,” lanjutnya.

Karyanto juga menyebutkan bahwa plastik menjadi komponen biaya produksi utama yang kedua setelah air. “Karena plastik merupakan bagian besar dari biaya produksi setelah air, kenaikan ini tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh produsen,” tambahnya.

Akibatnya, peritel mulai menyesuaikan harga jual, terutama pada daerah-daerah tertentu. Selain itu, volume produksi, khususnya pada usaha kecil menengah (UMKM), mengalami penurunan, serta ancaman PHK massal mengintai ribuan tenaga kerja di sektor ini.

Karyanto mengungkapkan kekhawatirannya atas situasi saat ini. “Kami prihatin karena MDK menjadi kebutuhan pokok masyarakat untuk memperoleh air minum yang aman dan higienis,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *