Canggih! Bulog Mau Bangun 100 Gudang Baru Lebih Hebat-Kalahkan Swasta
Canggih! Bulog Mau Bangun 100 Gudang Baru Lebih Hebat-Kalahkan Swasta
Jakarta, Perusahaan pelat merah Bulog tengah melakukan transformasi besar-besaran dalam bidang pengolahan dan penyimpanan pangan. Langkah ini mencakup tidak hanya pembangunan gudang baru, tetapi juga penerapan teknologi modern yang diharapkan mampu memperkuat standar industri nasional. Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Bulog, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai penggunaan mekanisasi dan otomatisasi di beberapa fasilitas pengolahan beras.
“Di beberapa pusat pengolahan beras, teknologi mekanisasi dan otomatisasi sudah diterapkan. Contohnya, standar ini dianggap setara dengan pabrik Wilmar. Dengan demikian, kami berupaya mendekati level tersebut,” kata Rizal saat diwawancara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Bulog menyiapkan investasi besar sebesar Rp5 triliun untuk membangun 100 unit gudang baru di berbagai daerah. Dari total anggaran, sekitar Rp4,4 triliun dialokasikan untuk infrastruktur utama, sementara Rp560 miliar digunakan pada peralatan mekanisasi, otomatisasi, dan sistem teknologi informasi. “Kapasitas gudang paling kecil 1.000 ton, sementara yang terbesar mencapai 3.500 ton. Lokasi juga akan menyebar di 92 kabupaten,” terangnya.
Perluasan Fasilitas Penyimpanan
Selain gudang, Bulog juga menargetkan pembangunan silo tambahan. Totalnya, akan dibangun 6 silo gabah dan 8 silo jagung untuk meningkatkan daya tahan komoditas. “Silo berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang lebih efektif. Silo gabah digunakan untuk beras, sedangkan silo jagung untuk jagung, agar hasilnya lebih awet,” jelas Rizal.
Pemilihan lokasi disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Di daerah kepulauan dengan produksi rendah, gudang berperan utama sebagai tempat penyimpanan. Namun, di sentra produksi, fasilitas akan dilengkapi dengan pengering, penggilingan padi (RMU), dan pengemasan. Sebelum konstruksi dimulai, semua lokasi telah diuji secara teknis, termasuk analisis kemiringan lahan dan kelayakan tanah.
“Tanah harus diuji dulu. Kita perlu memastikan kondisi tanah layak untuk pembangunan gudang atau infrastruktur pasca panen. Selain itu, kemiringan tanah maksimal 3 sampai 5 derajat agar operasional logistik berjalan optimal,” pungkas Rizal.