Ekspor Batu Bara RI Merosot Saat Harga Tinggi di Februari 2026
Ekspor Batu Bara RI Merosot Saat Harga Tinggi di Februari 2026
Kenaikan Harga Global Tidak Menggerakkan Ekspor
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekspor batu bara Indonesia pada Februari 2026 tidak mencapai performa baik, meski harga komoditas ini melonjak di pasar internasional. Harga batu bara mencapai US$ 118,37 per metrik ton pada bulan tersebut, naik 7,82% dibandingkan Januari 2026 dan meningkat 10,70% dari Februari tahun sebelumnya.
“Harga batu bara di pasar internasional pada Februari 2026 mengalami kenaikan signifikan, yaitu sebesar 10,70% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2025,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers pada Rabu (1/4/2026).
Kondisi harga yang tinggi justru berdampak negatif pada volume dan nilai ekspor batu bara. Hingga Februari 2026, total ekspor batu bara mencapai 56,39 juta ton, menurun 7,90% dari 61,23 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor juga mengalami penurunan, dengan US$ 3,48 miliar pada Januari-Februari 2026, turun 18,21% dibandingkan US$ 4,25 miliar di tahun 2025.
Kinerja Ekspor Komoditas Lain Berbanding Terbalik
Sementara itu, ekspor komoditas unggulan lain seperti kelapa sawit dan turunannya serta besi dan baja menunjukkan peningkatan. Nilai ekspor kelapa sawit dan turunannya mencapai US$ 4,69 miliar, naik 26,4% dari US$ 3,71 miliar tahun sebelumnya. Volume ekspor juga bertambah 36,26% menjadi 3,48 juta ton, dibandingkan 3,33 juta ton pada Februari 2025.
Besi dan baja juga mengalami kenaikan, dengan nilai ekspor US$ 4,18 miliar, meningkat 1,53% dari US$ 4,11 miliar di tahun 2025. Volume ekspor komoditas ini naik 2% menjadi 3,48 juta ton.