Facing Challenges: Video: Tensi Perang Iran Panas, RI Wajib Amankan Pasokan & Harga BBM
Video: Tensi Perang Iran Panas, RI Perlu Pastikan Pasokan dan Harga BBM
Konflik Timur Tengah Mengganggu Jalur Energi Global
Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini mengakibatkan pemblokiran Selat Hormuz, yang secara signifikan menghambat alur pasokan energi. Situasi ini menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia melebihi USD 100 per barel. Sebagai negara importir energi, dampaknya terasa jelas pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan akses masyarakat terhadap energi. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menilai fluktuasi harga minyak dalam kondisi perang Iran melawan AS dan Israel masih terbilang tidak stabil, meski gencatan senjata memberi sedikit harapan.
“Kondisi ini menuntut perhatian khusus Indonesia karena ketersediaan pasokan energi global menjadi isu kritis untuk menjaga ketahanan bahan bakar,” kata Satya Widya Yudha.
MenurutDEN, langkah pemerintah yang menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah ketegangan geopolitik sudah tepat untuk mengamankan akses energi rakyat. Selain itu, diversifikasi sumber pasokan minyak, BBM, dan gas menjadi strategi penting untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu jalur. Tantangan utama yang dihadapi RI adalah memastikan kestabilan pasokan sekaligus mengendalikan inflasi energi. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana DEN menilai dampak perang Timur Tengah terhadap ketahanan energi Indonesia? Simak wawancara lengkap dengan Satya Widya Yudha dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum’at, 10/04/2026).