Important News: BNPB Minta Warga di Wilayah RI Ini Siap-Siap Evakuasi Mandiri, Kenapa?
BNPB Ingatkan Masyarakat dan Pemda Tingkatkan Kesiapan Hadapi Ancaman Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat persiapan menghadapi berbagai risiko bencana, terutama selama masa peralihan musim. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sebagai respons terhadap serangkaian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sampai 2 April 2026
“BMKG melaporkan hujan deras hingga sangat deras masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026. Kondisi cuaca tersebut bisa memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta dampak dari fenomena cuaca ekstrem,” jelas Abdul Muhari dalam pernyataannya, Selasa (31/3/2026).
Wilayah yang diperkirakan rawan hujan deras hingga sangat deras, lanjutnya, mencakup Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua. Di Jawa Tengah, kabupaten/kota yang diingatkan antara lain Kabupaten Tegal, Pemalang, Kudus, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.
Masa Pancaroba dan Transisi Musim
Abdul Muhari menambahkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. BMKG memperkirakan musim kemarau akan dimulai sejak April hingga Juni di berbagai daerah. “Pancaroba ditandai oleh perubahan cuaca drastis dan cepat, seperti hujan tiba-tiba, angin kencang, serta kenaikan suhu udara,” terangnya.
Peringatan Waspada Cuaca Ekstrem
“Dengan dinamika atmosfer yang masih signifikan beberapa hari ke depan, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG, dikutip Selasa (31/3/2026).
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya risiko hujan deras hingga sangat deras yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah. Wilayah yang perlu waspada meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Sebagai catatan, BNPB mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak signifikan, khususnya bencana hidrometeorologi basah. Kejadian tersebut melibatkan Kota Tasikmalaya di Jawa Barat, Kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah, Kabupaten Klaten di Jawa Tengah, serta Kabupaten Kudus di Jawa Tengah. Saat ini, tim gabungan terus melakukan penanganan darurat. Sebelumnya, Bupati Kudus telah menetapkan Surat Keputusan No.300.2/296/2025 tentang status siaga darurat bencana hidrometeorologi, berlaku dari 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.