Important Visit: Pemerintah Godok Aturan Mobil Terbang, Ini Bocorannya
Pemerintah Godok Aturan Mobil Terbang, Ini Bocorannya
Dari Jakarta, pemerintah sedang mempercepat pembuatan kerangka aturan guna menghadapi teknologi transportasi futuristik seperti drone dan mobil terbang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan cepat di sektor transportasi global. Regulasi dasar telah mulai terbentuk berkat berbagai aturan yang sudah berlaku. Tugas berikutnya adalah mempercepat penerapan sertifikasi teknologi untuk bisa digunakan secara luas. Pengembangan ini juga bertujuan memperkuat konektivitas, khususnya di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Menurut Lukman F Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pemerintah sudah memiliki beberapa aturan teknis yang mengatur produk serta operator. Aturan ini menjadi fondasi sebelum teknologi digunakan secara masif. “Advanced air mobility membutuhkan regulasi yang lengkap, seperti di DKPPU yang mengatur evakuasi. Kita sudah punya CASR, termasuk CASR 22 dan CASR 107 untuk produk pesawat, serta CASR 61 dan CASR 65 untuk operator,” jelasnya saat diwawancarai CNBC Indonesia pada Senin (13/4/2026).
“Kerja sama dengan CAAC China menjadi langkah strategis untuk mempercepat sertifikasi pesawat dari luar negeri,” tambah Lukman.
Selain itu, pengaturan ruang udara telah diatur melalui peraturan yang berlaku. Hal ini menggambarkan kesiapan yang meliputi aspek perangkat dan operasional. Dengan dasar tersebut, proyeksi pengembangan teknologi hanya perlu percepatan dalam penerapannya.
Pemerintah juga ingin mempercepat proses sertifikasi teknologi, terutama dari luar negeri. Kemitraan dengan CAAC China menjadi faktor penting dalam upaya ini. Tujuannya adalah memastikan teknologi yang masuk bisa segera dioperasikan sambil menjaga standar keselamatan.
Langkah berikutnya adalah mempercepat sertifikasi teknologi, khususnya yang berasal dari luar negeri. Kerja sama dengan otoritas penerbangan China menjadi salah satu kunci dalam proses ini. Pemerintah ingin memastikan teknologi yang masuk bisa segera digunakan tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Selain itu, pengembangan teknologi ini bertujuan meningkatkan distribusi logistik di daerah 3T. Drone dianggap sebagai solusi optimal untuk mencapai wilayah yang sulit diakses. Di dalam negeri, beberapa produk sudah dalam proses pengembangan. “Di Indonesia, dua perusahaan mungkin PT DI atau PT Inter sedang mengembangkan produk berbasis advanced air mobility untuk mendukung logistik di daerah 3T,” tambah Lukman.