Important Visit: SBY Minta PBB Hentikan Penugasan UNIFIL usai 3 Prajurit TNI Gugur

SBY Minta PBB Hentikan Penugasan UNIFIL Usai Tiga Prajurit TNI Gugur

Jakarta, Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pernyataan terkait penugasan pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Ia menyoroti kejadian yang memicu kekhawatiran atas keselamatan prajurit TNI yang terlibat dalam operasi tersebut.

Penugasan UNIFIL di Medan Perang yang Membara

SBY mengungkapkan bahwa situasi di Lebanon kini semakin berbahaya, dengan tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai peacekeeper terbunuh beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan bahwa kontingen PBB, termasuk Kontingen Garuda XXIII/S, seharusnya hanya bertugas menjaga perdamaian, bukan terlibat langsung dalam pertempuran.

Kontingen Indonesia, menurut SBY, berada di sekitar garis ‘Blue Line’ yang memisahkan wilayah Israel dan Lebanon. Namun, kini mereka telah terpaksakan berada di daerah perang, di mana pertempuran antara Israel dan Hizbullah terus berlangsung. Ia juga menyebutkan bahwa pasukan Israel telah maju hingga 7 km dari ‘Blue Line’, menciptakan risiko tinggi bagi para peacekeeper.

“Dengan alasan ini, PBB di New York sebaiknya segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL atau memindahkan kontingen ke luar zona pertempuran saat ini,” tutur SBY.

SBY Ingatkan Resolusi Dewan Keamanan PBB

Menurut SBY, dewan keamanan PBB harus segera bersidang dan mengeluarkan resolusi yang jelas. Ia menegaskan bahwa PBB tidak boleh bersikap diskriminatif, seperti yang terjadi pada tahun 2000 ketika ia masih menjabat Menkopolkam. Saat itu, tiga petugas kemanusiaan PBB tewas di Atambua akibat aksi unjuk rasa.

“PBB tidak boleh memakai standar yang berbeda,” ujarnya, menyoroti perlunya keadilan dalam penugasan perdamaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *