Inalum Punya Proyek Hilirisasi Rp14 Triliun di Kalbar – Ini Progresnya

Inalum Luncurkan Proyek Hilirisasi Rp14 Triliun di Kalimantan Barat

Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat, kini dalam tahap pengembangan terakhir. Perusahaan BUMN yang dikenal sebagai PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memberikan penjelasan terbaru mengenai kemajuan proyek ini, yang merupakan kelanjutan dari SGAR Fase 1 yang telah dioperasikan.

Dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3/2026), Melati Sarnita, Direktur Utama Inalum, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan beberapa tahapan penting sebelum memasuki fase konstruksi. Progres saat ini berada pada poin final penyusunan studi kelayakan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi (FID).

“FID sendiri kita targetkan di tahun ini, dan dengan tetap akan melaksanakan proses EPC serta penyelesaian hingga akhir 2028, proyek ini bisa beroperasi di awal 2029 bersamaan dengan smelter kedua,” ujar Melati.

Pembangunan SGAR Fase 2 sangat bergantung pada realisasi smelter aluminium kedua di Mempawah. Seluruh hasil produksi dari proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan smelter tersebut.

SGAR Fase 2 diluncurkan setelah BPI Danantara melakukan groundbreaking pada Jumat (6/2/2026). Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar US$ 882 juta atau setara Rp 14,8 triliun. Kolaborasi dilakukan antara perusahaan-perusahaan BUMN dan anak usaha MIND ID, seperti PT Inalum, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Ditangani oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), proyek ini akan menghasilkan 1 juta ton alumina per tahun. Dengan tambahan operasional SGAR Fase 1 yang sudah berjalan, kapasitas produksi total dari Mempawah mencapai 2 juta ton alumina setahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *