Insiden AS Tembak Pesawat Penumpang Iran – Ratusan Tewas Seketika

Insiden AS Tembak Pesawat Penumpang Iran, Ratusan Tewas Seketika

Situasi Saat Ini

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas akibat serangkaian peristiwa militer di wilayah Timur Tengah. Sejarah mencatat bahwa persaingan kedua negara pernah menyebabkan tragedi besar, salah satunya adalah penembakan pesawat sipil Iran oleh militer AS.

Insiden Penembakan

Insiden terjadi pada 3 Juli 1988, saat kapal perang USS Vincennes mendeteksi objek tak dikenal di Selat Hormuz. Komandan kapal, William C. Rogers III, memastikan objek tersebut sebagai jet tempur Iran yang dianggap membahayakan. Tanpa konfirmasi lebih lanjut, dua rudal diluncurkan ke arah target.

Berita kemudian menyebutkan bahwa objek yang ditembak bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat komersial Iran Air 655 berjenis Airbus A300. Pesawat itu sedang melakukan penerbangan dari Bandar Abbas menuju Dubai, dan berada di jalur udara sipil serta di luar area perang.

Akibat dan Reaksi

Sebanyak 290 penumpang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam insiden itu. Pihak Iran kehilangan kontak dengan pesawat sebelum menemukan sisa-sisa di perairan Selat Hormuz. Temuan ini memastikan bahwa pesawat sipil tersebut ditargetkan oleh angkatan laut AS.

Insiden memicu reaksi keras dari Iran dan kecaman global. Pemerintah Iran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Pentagon awalnya menegaskan target yang ditembak adalah pesawat tempur, namun kemudian William J. Crowe Jr. mengakui kesalahan identifikasi.

“Pemerintah Amerika Serikat sangat menyesalkan insiden ini,” ujar Crowe dalam konferensi pers di Pentagon.

Penyelesaian

Presiden saat itu, Ronald Reagan, membenarkan serangan tersebut sebagai tindakan bela diri. Ia menyebut pesawat tidak merespons panggilan radio dari USS Vincennes. Kasus ini dibawa ke Mahkamah Internasional, dan pada 1992, AS membayar kompensasi sebesar US$61,8 juta atau sekitar Rp976 miliar kepada keluarga korban.

Pembayaran kompensasi dilakukan tanpa pengakuan kesalahan hukum. Tragedi Iran Air 655 tetap menjadi simbol kegagalan identifikasi militer dalam konflik, serta salah satu kejadian paling mematikan dalam sejarah penerbangan sipil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *