Iran Eksekusi Warga Iran “Mata-Mata” AS & Israel
Iran Eksekusi Warga Negara “Mata-Mata” AS & Israel
Teheran melakukan eksekusi terhadap seorang warga negara yang dinyatakan bersalah karena dianggap bekerja untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pria yang diberi nama Ali Fahim itu dihukum gantung setelah Mahkamah Agung mengonfirmasi putusannya. Eksekusi berlangsung pada Senin (6/4/2026) waktu setempat, sebagai bagian dari serangkaian tindakan hukum terhadap gelombang protes antipemerintah awal tahun ini.
Latar Belakang Protes
Demonstrasi yang dimulai di akhir Desember lalu, awalnya dipicu oleh kenaikan biaya hidup. Namun, aksi tersebut berkembang menjadi protes anti-pemerintah yang melibatkan berbagai kelompok. Mereka mencapai puncaknya pada 8-9 Januari, saat kerusuhan terjadi secara luas. Pemerintah Iran menyatakan bahwa kekacauan ini dihasut oleh pihak asing, yang menyebabkan aksi kekerasan seperti pembunuhan dan pembakaran.
“Ali Fahim, salah satu elemen musuh dalam kerusuhan teroris Dey (Januari)… digantung setelah Mahkamah Agung meninjau kasus tersebut dan mengkonfirmasi putusan,” demikian laporan Mizan Online, seperti dikutip AFP.
Konflik dengan Zionis dan AS
Eksekusi ini terjadi di tengah konflik Iran dengan Israel dan AS yang diklaim pecah pada 28 Februari. Peristiwa itu diawali dengan serangan terhadap pemimpin tertinggi Republik Islam, Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan tersebut. Mizan menyebut Fahim dinyatakan bersalah karena melanggar negara dengan nama “rezim Zionis dan Amerika Serikat”, termasuk dituduh membobol situs militer rahasia untuk mengambil senjata.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa lebih dari 3.000 orang tewas dalam kerusuhan, termasuk aparat keamanan dan warga sipil, serta mengaitkan insiden itu dengan terorisme. Namun, organisasi pemantau independen Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS melaporkan jumlah korban mencapai lebih dari 7.000 orang, dengan mayoritas adalah demonstran. HRANA juga mengatakan angka tersebut mungkin masih terus meningkat.