Kedubes Negara Arab Ini Diserbu Massa – Disebut “Zionis”

Kedubes Arab Diserang Massa, Disebut ‘Zionis’

Di Damaskus, Suriah, ribuan orang terlihat menggeledah kantor Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA) dan kediaman kepala misinya pada Jumat. Aksi tersebut dilakukan dengan tujuan mengecam keberadaan kedutaan diplomatik. Massa terlihat marah-marah sambil mengorak-orkak slogan “kedutaan Zionis” sebagai bentuk protes terhadap negara tersebut.

Menurut laporan Reuters, massa berkumpul di depan gedung konsulat sejak siang hari. Sebagian dari mereka terlebih dahulu memisahkan diri dari demonstrasi pro-Palestina yang lebih besar di Alun-alun Umayyad, lalu bergerak menuju area kedutaan. “Kekuatan keamanan lokal menghentikan mereka dan berhasil mengendalikan situasi,” kata sumber keamanan Suriah yang tidak menyebutkan nama secara langsung.

UEA Menuntut Tanggung Jawab atas Insiden

Sabtu, pihak UEA secara resmi mengkritik tindakan kerusuhan, vandalisme, dan penyerangan terhadap kediaman misi dan kantor kedutaannya. Dalam pernyataan, Kementerian Luar Negeri UEA meminta Suriah untuk bertindak tegas dan menyelidiki kejadian tersebut. “UEA menegaskan bahwa Suriah wajib melindungi kedutaan serta stafnya, menuntut tanggung jawab penuh atas insiden ini,” tulis kementerian tersebut.

Suriah Mengungkapkan Sikap Tegas

Dalam tanggapan, Kementerian Luar Negeri Suriah pada Jumat malam menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan diplomatik. “Pemerintah Suriah berkomitmen mengambil langkah tegas terhadap setiap serangan atau upaya mendekati kedutaan,” tambah kementerian, dikutip Reuters.

“Kementerian Luar Negeri UEA menyerukan kepada Suriah untuk memenuhi kewajibannya dalam mengamankan kedutaan dan stafnya, menyelidiki insiden tersebut, serta meminta pertanggungjawaban para pelakunya,” tulis kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

Massa Bersih di Seluruh Suriah

Protes ini meletus di berbagai wilayah Suriah setelah parlemen Israel menerbitkan undang-undang hukuman mati dengan cara gantung terhadap warga Palestina yang divonis melakukan serangan mematikan oleh pengadilan militer. Kondisi ini memperparah tekanan terhadap UEA, yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords sejak 2020. Sejak saat itu, hubungan diplomatik antara keduanya terus diuji karena pergeseran kebijakan Israel ke arah kanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *