Key Discussion: Cerita Purbaya Ekonomi Memburuk di 2020, Banyak Bank Nyaris Tumbang

Cerita Purbaya Ekonomi Memburuk di 2020, Banyak Bank Nyaris Tumbang

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam menempatkan dana ke bank pelat merah atau Himbara dianggap tidak berhasil oleh beberapa pihak. Menurutnya, hingga saat ini, total dana yang dialokasikan mencapai Rp200 triliun, dengan jatuh tempo awal Maret 2026. Namun, kebijakan ini diubah menjadi September 2026.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan tersebut berperan penting dalam memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia. Ia menyatakan, meski ada kritik, langkah ini menjadi faktor kunci dalam membalikkan tren negatif pada 2025. “Pertumbuhan ekonomi kita berubah arah setelah pemerintah mengambil langkah likuiditas,” kata dia.

“Ada berbagai kalangan mengklaim pemerintah menambah likuiditas gak berhasil, (tapi) itulah yang membuat ekonomi kita berbalik arah pada 2025 lalu,” papar Purbaya.

Menurut Purbaya, tahun 2020 adalah masa sulit bagi perekonomian. Di saat itu, banyak bank, baik besar maupun kecil, terancam kebangkrutan. “Saat saya bantu Pak Presiden, kita dorong ke atas sedikit ke 13% (kredit). Tekanan tiba-tiba hilang tapi ekonomi belum lari kencang, kemudian kita paksa lagi,” tambahnya.

Pertumbuhan kredit perbankan meningkat drastis di tahun 2021, mencapai 20%. Hal ini dianggap sebagai hasil dari sinergi kebijakan bank sentral dan pemerintah. Seiring dengan itu, ekonomi Indonesia kembali stabil dan disebut berhasil menghindari dampak parah dari pandemi. “Jadi itu bukan kebetulan tapi karena respons fiskal dan moneter yang baik,” tegas Purbaya.

“Yang jelas kebijakan itu memberi dampak signifikan. Kebijakan ini nyata, deposito, kredit (naik) dan cost of fund lebih rendah. Dampak ini diharapkan meningkatkan minat penyaluran kredit ke depannya sehingga dorongan pertumbuhan ekonomi lebih kuat,” katanya.

Dan pada 2025, ekonomi Indonesia kembali mengalami penurunan. Situasi ini memicu aksi unjuk rasa besar-besaran di bulan Agustus. Purbaya mengakui upaya untuk memulihkan perekonomian masih terus berlangsung, termasuk melalui kebijakan dana pemerintah yang diarahkan ke sektor keuangan. “Saya lakukan kembalikan lagi walaupun banyak hantaman sana sini,” ujarnya.

Dari kebijakan tersebut, terlihat adanya perbaikan nyata. Konsumsi masyarakat naik, sementara kredit mulai tumbuh hingga 9,4%. Ia berkomitmen untuk memacu pertumbuhan hingga mencapai dua digit, di atas 20%. Namun, Purbaya tetap waspada agar ekonomi tidak terlalu panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *