Key Discussion: Disebut Bos Danantara Tidak Terkontrol, Ternyata RI Impor Gula Segini

Disebut Bos Danantara Tidak Terkontrol, Ternyata RI Impor Gula Segini

Volume Impor Gula Tahun 2025

Jakarta — Meski produksi gula dalam negeri meningkat, Indonesia masih mengimpor gula dalam skala besar. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa impor gula nasional pada tahun 2025 mencapai 3,93 juta ton. Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyebutkan bahwa angka ini dihitung berdasarkan impor gula dengan kode Harmonized System (HS) 1701.

“Secara total kita pada tahun 2025 melakukan impor terhadap komoditas gula ini di Harmonize System (HS) Code 1701 sebesar 3,93 juta ton,” jelas Sonny dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026>.

Tren Impor Gula dalam 8 Tahun Terakhir

Menurut data BPS yang diperbarui pada 29 Juli 2025, volume impor gula Indonesia selama 2017–2024 berfluktuasi antara 4,5 hingga 6 juta ton. Dari tahun ke tahun, tren impor menunjukkan peningkatan, seperti pada 2017 sebesar 4,48 juta ton, 2020 mencapai 5,53 juta ton, 2022 sekitar 5,06 juta ton, dan 2024 sejumlah 5,31 juta ton.

Impor tahun 2022 menjadi tertinggi dengan 6,007 juta ton, meski nilai impor tertinggi terjadi pada 2024 sebesar US$3,028 miliar. Dalam tahun 2022, nilai impor mencapai Rp2,998 miliar.

Kenaikan Produksi Gula Nasional

Sementara itu, produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri juga mengalami peningkatan. BPS mencatatkan produksi GKP mencapai 2,67 juta ton pada 2025, naik 8,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan luas panen tebu, yang meningkat dari 521 ribu hektare menjadi 563 ribu hektare.

“Hal ini juga dipengaruhi oleh peningkatan luas panen tebu dari 521 ribu hektare menjadi 563 ribu hektare di tahun 2025 atau naik 8,17 persen,” terang Sonny. Ia menambahkan, meski produksi naik, konsumsi rumah tangga gula turun, sehingga ketergantungan pada impor masih terjadi.

Ketergantungan Impor Masih Berlanjut

Sonny menjelaskan bahwa meski pasokan domestik membaik, impor gula tetap diperlukan. “Secara total kita masih melakukan impor 3,93 juta ton, dan secara umum sebetulnya pasokan domestik kita membaik, tetapi kita masih memiliki ketergantungan terhadap impor,” tuturnya.

Perkembangan Impor Etanol

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan data tentang impor etanol, yang merupakan turunan gula. Pada 2025, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan 13 persetujuan impor etanol dengan alokasi 13.284.141 liter, namun realisasi hanya mencapai 2.373.594 liter atau 17,87%.

Sampai 30 Maret 2026, sudah ada 6 persetujuan impor etanol yang dikeluarkan dengan alokasi 6.937.565 liter, tetapi belum ada realisasi impor.

Kendala Industri Gula dalam Negeri

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyoroti impor gula yang dinilai tidak terkendali, sehingga berdampak pada industri lokal. “Tahun ini, Sugar Co membukukan rugi Rp680 miliar akibat harga gula yang tidak memadai, yang dipicu oleh impor yang tidak terkontrol,” ujarnya.

Dony menjelaskan bahwa masuknya gula rafinasi ke pasar membuat harga gula dalam negeri tertekan, sehingga industri kesulitan berkembang. Ia menilai kondisi ini berpotensi terus mengganggu sektor gula jika tidak segera diperbaiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *