Key Discussion: DPR Mau BI Agresif Total Amankan Rupiah, Pasok Kebutuhan Dolar RI!
DPR Mau BI Agresif Total Amankan Rupiah, Pasok Kebutuhan Dolar RI!
Rupiah Terus Melemah, DPR Dorong BI Jadi Penyuplai Valas
Jakarta, 7 April 2026 – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai Bank Indonesia (BI) perlu mengambil peran yang lebih dominan dalam memenuhi kebutuhan valuta asing (valas) nasional. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan BI saat ini dinilai tidak lagi cukup efektif mengingat perubahan dinamika global yang terus berlangsung. Misbakhun menekankan bahwa BI tidak hanya seharusnya menjaga kestabilan rupiah, tetapi juga menjadi penyuplai likuiditas untuk valas.
“Situasi sekarang sangat berubah, tapi BI masih menggunakan cara lama. Masalahnya makin rumit, tapi mereka belum beradaptasi,” kata Misbakhun dalam acara di Menara Bank Mega, Selasa (7/4/2026).
Misbakhun mengkritik sikap BI yang belum mengambil langkah strategis untuk memastikan pasokan dolar dalam jumlah besar sejak awal tahun. Ia mengusulkan kontrak jangka panjang untuk menjamin kebutuhan valas Indonesia, seperti US$300 miliar per tahun. “Kenapa BI tidak menjadi penyuplai likuiditas valas? Jika kita tahu kebutuhan tahunan sebesar US$300 miliar, mengapa tidak segera menandatangani kontrak yang menguntungkan?” tegasnya.
Usulkan Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Negara Utama
Untuk memperkuat upaya tersebut, Misbakhun juga menyarankan BI melibatkan langsung pemimpin negara dalam diskusi. Ia mencontohkan pertemuan dengan Presiden AS dan tokoh politik lainnya. “Kalau soal likuiditas bisa diselesaikan dengan cara yang sama, saya minta maaf, Pak,” ujarnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali terdepresiasi di hari yang sama. Data Refinitiv mencatat rupiah ditutup di level Rp17.090 per dolar AS, turun 0,35% pada perdagangan Selasa (7/4/2026). Angka ini mencatatkan rekor penuturan terlemah sepanjang masa bagi mata uang Garuda.