Key Discussion: DPR Tanya Pengadaan KRL Baru dari INKA, Wakil Dirut KAI Jawab Begini
DPR Tanya Pengadaan KRL Baru dari INKA, Wakil Dirut KAI Jawab Begini
Progres Pengadaan KRL Jabodetabek Dibahas dalam RDP Komisi XI
Kamis (2/4/2026), dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP), anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, mempertanyakan kemajuan pengiriman kereta api rel listrik (KRL) baru yang diproduksi PT INKA (Persero) ke wilayah Jabodetabek. Ia menyoroti apakah pengiriman tersebut telah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
“Bagaimana dengan pengadaan trainset KRL dari INKA? Kita masih ingat rapat kita 9 Februari lalu, ketika Pak Dirut (KAI) menyampaikan rencana pengadaan 16 trainset baru dari INKA, 2 trainset retrofit, serta 8 trainset retrofit lagi tahun depan. Apakah ini sudah sesuai dengan periode pengirimannya?”
Harris menyampaikan kekhawatirannya terkait kemampuan produksi PT INKA, yang dianggap mungkin memengaruhi waktu pengoperasian KRL baru. Hal ini berpotensi menyebabkan peningkatan kepadatan penumpang, terutama di jam sibuk.
“Karena selama ini ada ketakutan bahwa produksi di INKA mengalami hambatan, sehingga menyebabkan keterlambatan. Jika penambahan jumlah penumpang terus terjadi, akibatnya bisa sangat signifikan bagi layanan LRT maupun KRL,”
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan. Ia menjelaskan bahwa 16 trainset KRL baru dari INKA seharusnya sudah tiba di Jabodetabek pada kuartal pertama 2026, dengan nilai total Rp3,84 triliun.
“Secara kontrak, seluruh 16 set kereta api baru dari INKA untuk tahap pertama harus sampai ke Jabodetabek sebelum akhir kuartal pertama 2026. Namun, hingga saat ini hanya 7 trainset yang terkirim,”
Dody menambahkan bahwa KRL lama yang masih beroperasi menggunakan stamformasi 8 hingga 10 kereta menjadi penyebab penumpukan penumpang di stasiun. Untuk mengatasi hal ini, KAI Commuter melakukan optimasi alur penumpang di stasiun sambil menunggu pengiriman KRL baru rampung.
“Yang kami lakukan adalah mengoptimalkan pelayanan alur penumpang di stasiun guna mengurangi kepadatan, sehingga Bapak dan Ibu anggota Komisi XI mungkin melihat di media sosial, pada jam sibuk, tingkat penumpangan terlihat sangat tinggi,”
Menurut Dody, hasil diskusi dengan INKA menunjukkan bahwa sisa 9 trainset tahap pertama akan dikirimkan hingga akhir tahun 2026. Dengan demikian, seluruh KRL baru dari INKA diharapkan bisa beroperasi secara lengkap menjelang akhir tahun ini.