Key Discussion: Kemenhub Buka Suara Soal Mangkrak Proyek MRT Bali, Begini Kronologinya
Kemenhub Jawab Isu Proyek MRT Bali yang Tertunda
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan pernyataan mengenai proyek MRT Bali yang terlihat stagnan, termasuk soal keterlambatan pembayaran kepada vendor. Proyek ini sebelumnya diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Denpasar serta wilayah sekitarnya yang semakin padat. Namun, hingga saat ini, realisasi proyek belum mencapai level yang diinginkan.
Mengapa Proyek MRT Bali Tertunda?
Kemenhub menyatakan bahwa proyek MRT Bali masih menghadapi hambatan, khususnya karena belum adanya investor yang bersedia melanjutkan pembangunan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui hal ini, menyebut bahwa sebelumnya terdapat harapan optimis setelah calon investor menunjukkan minat. Namun, minat tersebut belum berubah menjadi komitmen.
“Proyek MRT Bali belum menunjukkan kemajuan signifikan karena belum ada investor yang kembali berminat. Kami masih berusaha menawarkan proyek ini ke berbagai pihak agar bisa berjalan,” ujar Dudy Purwagandhi.
Struktur dan Peran Pemerintah Pusat
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan. Menurutnya, peran Kemenhub lebih bersifat regulasi, mendukung proses tanpa mengambil alih keputusan teknis.
“MRT Bali adalah bagian dari proyek perkeretaapian perkotaan. Pemprov Bali menugaskan BUMD melalui anak perusahaan untuk mengeksplorasi minat investor. Kami siap mendampingi selama proses berjalan,” kata Allan kepada CNBC Indonesia.
Timeline Proyek dari 2024 hingga Kini
Proyek transportasi rel di Bali pertama kali muncul pada 2024 sebagai LRT dengan beberapa jalur. Pada September 2024, proyek tersebut sempat bergerak setelah PT Sarana Bali Dwipa Jaya bersama mitra swasta melakukan peletakan batu pertama. Namun, setelahnya, perhatian terhadap proyek mulai memudar.
Perubahan skema terjadi, proyek beralih menjadi MRT. Kini, ketidakpastian pendanaan menjadi faktor utama yang menghambat kemajuan. Tanpa kepastian investor, rencana menghadirkan transportasi modern di Bali tetap terjebak dalam diskusi.
Kepastian Pendanaan dan Tantangan Pemerintah
Kemenhub dan Pemprov Bali kini berusaha menghidupkan kembali minat investor sekaligus menjaga reputasi proyek. Meski tidak memiliki informasi detail tentang pembayaran vendor, Kemenhub menegaskan bahwa urusan tersebut sepenuhnya diurus oleh Pemprov Bali melalui BUMD.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa meskipun proyek MRT Bali mengalami kemacetan, pemerintah pusat tetap aktif dalam mengawal dan mendukung selama proses berlangsung. Namun, tantangan besar masih menghadang agar proyek bisa terealisasi tepat waktu.