Key Discussion: RI Mau Beli Minyak Rusia, Aman dari Disanksi AS? Ini Jawaban Airlangga

RI Siap Mengimpor Minyak Rusia, Hindari Sanksi AS? Ini Penjelasan Airlangga

Senin (13/4/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan mengenai rencana pengadaan minyak mentah dari Rusia. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikta, yang sebelumnya telah membahas urusan impor minyak mentah dengan Indonesia.

Pada tengah malam Minggu (12/4/2026), Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan ke Rusia. Tujuan utamanya adalah memastikan ketersediaan pasokan energi dalam negeri, terutama menghadapi krisis pasokan minyak global yang dipicu oleh ketidakstabilan di Timur Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Agenda utama fokus pada upaya menjaga kestabilan pasokan minyak nasional, di tengah perubahan dinamika energi internasional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa diplomasi energi kali ini menekankan ketersediaan minyak sebagai prioritas.

“Kita akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah Rusia untuk memastikan pasokan energi dalam negeri tetap stabil,” ujar Teddy. Hal ini dilakukan demi menghadapi ketidakpastian geopolitik global, termasuk dampak perang antara Iran, Amerika Serikta, dan Israel.

Menurut informasi, sekitar 20% dari alur kapal pengangkut minyak dunia melewati Selat Hormuz. Meski tidak banyak kapal Indonesia melintasi jalur tersebut, ketidakpastian akhir perang membuat pemerintah harus siap menghadapi risiko ketersediaan minyak mentah. Airlangga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi kemandirian energi nasional.

“Nanti kita tunggu perkembangan selanjutnya,” kata Airlangga saat diwawancara di kantor Kemenko Perekonomian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *