Key Discussion: Siap-siap Perang Baru, China dan Korea Utara Satukan Kekuatan

Siap-siap Perang Baru, China dan Korea Utara Satukan Kekuatan

Kota Pyongyang, Jumat (10/4) waktu setempat, menjadi tempat pertemuan antara Pemerintah Korea Utara dan China. Pertemuan tersebut bertujuan membangun kerja sama lintas negara yang mengurangi ketergantungan pada kekuatan tunggal. Dalam kesempatan itu, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menyatakan dukungan terhadap upaya China membangun “dunia multipolar” dan mendorong kemitraan yang lebih erat antara kedua pihak.

Kim juga menekankan komitmen pemerintahannya untuk mendukung integritas wilayah China sesuai prinsip “satu China”, menurut laporan resmi Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). Prinsip ini mengacu pada posisi Beijing bahwa Taiwan merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Selain itu, Kim mengungkapkan pandangan Korea Utara terkait isu geopolitik global, menyebutnya sebagai prioritas bersama yang perlu dikembangkan dalam hubungan bilateral.

“Dalam menghadapi situasi internasional yang bergejolak dan kompleks, China dan Korea Utara harus lebih memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam urusan global dan regional,” kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi kepada Kim Jong Un, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.

Wang Yi, yang melakukan kunjungan dua hari ke Korea Utara, menegaskan bahwa hubungan kedua negara memasuki “fase baru” setelah pertemuan puncak Kim dengan Presiden Xi Jinping tahun lalu. Ia menambahkan bahwa China bersedia meningkatkan pertukaran strategis dan interaksi dengan Korea Utara untuk mendorong kerja sama praktis.

Korea Utara dan China telah memulai kembali layanan penerbangan langsung serta kereta penumpang bulan lalu, setelah hampir dua tahun terhenti akibat pandemi COVID-19. Wang tiba di Pyongyang pada Kamis dalam kunjungan pertamanya ke negara tersebut dalam tujuh tahun. Sebelumnya, ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Sun Hui untuk membahas langkah-langkah memperluas kolaborasi dan meningkatkan pertukaran ide.

Kunjungan Wang ke Pyongyang dilakukan menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Xi Jinping di Beijing pada Mei. Beberapa pejabat Korea Selatan berharap pertemuan Trump-Xi bisa menjadi peluang diplomasi dengan Pyongyang. Namun, Kim Jong Un telah menghentikan segala bentuk dialog dengan AS dan Korea Selatan sejak 2019, setelah runtuhnya kesepakatan dengan Trump.

Kim kini mendefinisikan Korea Selatan sebagai musuh utamanya, menolak tawaran AS untuk melanjutkan pembicaraan denuklirisasi sebagai syarat utama. Dengan menganut konsep “Perang Dingin baru” dan “multipolarisasi dunia”, ia berusaha memperluas hubungan dengan pihak-pihak yang bersikap konfrontatif terhadap Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *