Key Strategy: Borong 11 PROPER Emas 2025, Dirut PLN Raih Green Leadership dari KLH

Borong 11 PROPER Emas 2025, Dirut PLN Raih Green Leadership dari KLH

Darmawan Prasodjo, direktur utama PLN, kembali mencatatkan pencapaian luar biasa dalam bidang lingkungan melalui penghargaan Green Leadership PROPER. Penghargaan ini diberikan dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Ini merupakan penghargaan ketiga yang diterima Darmawan, menegaskan komitmen pemimpinnya dalam mendorong perubahan ke arah hijau di dalam PLN.

Penghargaan sebagai Pengakuan Konsistensi

Di bawah kepemimpinan Darmawan, PLN mencatatkan peningkatan signifikan dalam kinerja lingkungan. Tahun ini, perusahaan sukses meraih 11 sertifikasi PROPER Emas serta 35 sertifikasi PROPER Hijau. Capaian ini mencerminkan upaya PLN dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

“Kepada para pimpinan perusahaan, kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi besar dalam efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, serta kegiatan yang mendorong perekonomian masyarakat secara langsung dan tidak langsung,” kata Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dikutip Rabu (8/4/2026).

Menurut Hanif, PROPER berfungsi sebagai panduan bagi dunia usaha dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. “Penganugerahan ini mendorong industri untuk melebihi standar kepatuhan lingkungan,” terangnya.

Komitmen PLN untuk Transisi Energi Hijau

Darmawan Prasodjo mengapresiasi penghargaan yang diberikan KLH. Dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat perpindahan ke energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan emisi, dan pengolahan limbah yang bernilai ekonomi.

“PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan alat akselerasi transformasi. Kami berkomitmen menyediakan listrik andal yang memberi manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, PLN akan memperkuat penerapan prinsip ESG, mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja, serta mendorong inovasi teknologi hijau dan kolaborasi global,” tambah Darmawan.

Penurunan Emisi dan Pengembangan EBT

Dalam periode 2021-2025, PLN sukses menurunkan emisi gas rumah kaca dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2. Selain itu, perusahaan juga berkembang dalam pengembangan EBT, mencapai 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Ekspansi pembangkit berbasis gas juga meningkat, dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) tahun ini.

PLN terus mengembangkan inisiatif dekarbonisasi, termasuk pengoperasian Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia pada 2023. Pembangkit ini berada di PLTGU Muara Karang, Jakarta, dan memanfaatkan energi panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat pada 2024. Saat ini, produksi hidrogen di PLN yang sebelumnya tidak digunakan, telah diubah menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi dengan kapasitas total 203 ton per tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *