Key Strategy: RI Genjot Transaksi Mata Uang Lokal, Nilainya Tembus US$8,45 Miliar
RI Genjot Transaksi Mata Uang Lokal, Nilainya Tembus US$8,45 Miliar
Dari Jakarta, pemerintah terus mendorong penggunaan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika global. Langkah ini dianggap semakin penting mengingat struktur perdagangan Indonesia yang didominasi oleh mitra non-dolar, sehingga membuka peluang untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang utama seperti dolar AS.
Kinerja perdagangan Indonesia masih menunjukkan tren positif. Pada Februari 2026, surplus mencapai sekitar US$1,27 miliar, didorong oleh ekspor nonmigas seperti batu bara, minyak sawit, serta besi dan baja. Kondisi ini menjadi dasar kuat bagi pengembangan lebih luas penggunaan LCT dalam transaksi lintas negara.
Pertumbuhan Transaksi LCT yang Signifikan
Dalam dua bulan pertama tahun 2026, nilai transaksi LCT mencapai sekitar US$8,45 miliar, melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$3,21 miliar. Selain itu, jumlah pengguna juga mengalami kenaikan besar. Sampai Februari 2026, total pengguna mencapai 14.621, dengan rata-rata 16.030 pengguna per bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 9.720 pengguna sepanjang 2025.
“Transaksi LCT menunjukkan peningkatan konsisten dalam nilai, partisipasi, dan adopsi pasar. Pada Januari-Februari 2026, nilai transaksi mencapai sekitar USD8,45 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah pengguna yang signifikan,” ujar Ferry Irawan.
Penggunaan LCT memungkinkan pelaku usaha menyelesaikan transaksi lintas negara langsung dengan mata uang lokal masing-masing, tanpa perlu mengonversi ke dolar AS. Skema ini dinilai efektif dalam mengurangi biaya transaksi serta risiko fluktuasi nilai tukar. Untuk mempercepat implementasi, pemerintah juga membentuk Gugus Tugas Nasional LCT yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Ferry Irawan menegaskan peran penting LCT dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menyatakan, kerja sama antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat dalam forum internasional. “Pengembangan LCT merupakan langkah konkret dan strategis menuju peningkatan efisiensi, pengurangan kerentanan eksternal, serta penguatan kerja sama keuangan multilateral,” tambahnya.