Key Strategy: Tepis Isu Menyerah, Satgas PRR Percepat Pembersihan Pascabanjir Aceh

Tepis Isu Menyerah, Satgas PRR Percepat Pembersihan Pascabanjir Aceh

BANDA ACEH – Safrizal ZA, Kaposwil Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), membantah klaim pemerintah menyerah dalam upaya membersihkan daerah terdampak banjir Aceh. Ia menjelaskan bahwa istilah ‘berat’ yang disebutnya sebelumnya tidak berarti pengakuan ketidaksanggupan, melainkan gambaran kesulitan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Kami ingin memberi penjelasan, istilah ‘berat’ menggambarkan upaya maksimal kita untuk tidak menyerah,” ujar Safrizal ZA Sabtu (11/4/2026). “Semua ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semangatnya adalah semangat positif untuk menuntaskan tanggung jawab, bukan bermakna menyerah. Berat itu adalah realita medan yang sedang kami taklukkan bersama,” lanjutnya.

Menurut data operasional Satgas, dari 519 lokasi yang ditargetkan di Aceh, 480 di antaranya telah selesai dibersihkan. Sisanya, 39 lokasi, masih dalam proses pengerjaan. Area ini berupa permukiman padat dan daerah dengan drainase sempit, yang memerlukan tindakan manual lebih teliti.

Untuk mempercepat pembersihan, Satgas terus mengoptimalkan jumlah personel di titik-titik kritis. Di Aceh Tamiang, mereka menyiapkan Praja IPDN untuk membantu membersihkan fasilitas publik dan lingkungan warga agar bisa kembali digunakan.

Program Partisipasi Masyarakat Diperkuat

Safrizal juga menyebutkan kelanjutan program Cash for Work (Padat Karya) Tahap II, yang melibatkan masyarakat terdampak secara langsung. Di Pidie Jaya, khususnya Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, program ini sedang berjalan dengan 392 peserta yang aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *