Key Strategy: Tetangga RI Panik Harga BBM Meledak, PM Serukan WFH Nasional
Tetangga RI Panik Harga BBM Meledak, PM Serukan WFH Nasional
Sebagai respons terhadap kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM), Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meminta masyarakat untuk mengadopsi kebijakan bekerja dari rumah (WFH). Seruan ini dikeluarkan di tengah tekanan dari krisis energi global yang memengaruhi harga minyak. Dalam pernyataan melalui media sosial, Anutin menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dan sektor swasta dalam menghemat penggunaan energi, terutama mengingat ketergantungan Thailand pada impor bahan bakar.
Lonjakan harga BBM menjadi sorotan utama, dengan harga solar mencapai 50 baht per liter atau sekitar Rp26.170 per liter. Angka ini meningkat signifikan dari sekitar 30 baht per liter pada akhir Februari. Meskipun Thailand memiliki cadangan minyak yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain, posisinya sebagai negara importir energi membuatnya tetap rentan terhadap fluktuasi harga global.
“Kerja sama dari seluruh warga dan sektor swasta sangat penting untuk mengurangi konsumsi energi. Hal ini bisa dilakukan melalui WFH atau WFA, serta menghindari penggunaan mobil pribadi dan beralih ke transportasi umum, berbagi kendaraan, dan mengoptimalkan penggunaan listrik,” ujar Anutin, seperti dilaporkan The Guardian, Selasa (7/4/2026).
Untuk mengurangi beban energi, pemerintah Thailand juga memperketat kebijakan perjalanan dinas luar negeri bagi aparatur negara. Selain itu, mendorong penggunaan pakaian kerja yang lebih ringan untuk meminimalkan kebutuhan pendingin ruangan. Kementerian Perdagangan juga mengambil langkah mengekspor minyak sawit mentah secara lebih ketat, sekaligus mengatur harga kemasan untuk menjaga pasokan domestik.
Kenaikan harga BBM saat ini mulai memengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk pertanian, transportasi, dan pariwisata. Situasi ini terjadi menjelang Songkran, festival yang biasanya meningkatkan aktivitas mobilitas dan kunjungan wisata. Namun, pelaku industri pariwisata khawatir perayaan tahun ini akan lebih sepi akibat biaya perjalanan yang tinggi dan potensi gangguan pada penerbangan.
Beberapa negara Asia juga mengambil langkah serupa. Misalnya, Sri Lanka dan Filipina menerapkan sistem kerja empat hari di sektor publik, sementara Vietnam mendorong kebijakan WFH. Di sisi lain, Indonesia menyesuaikan kebijakannya dengan menaikkan biaya tambahan bahan bakar jet sebesar 28 poin persentase dan mengizinkan maskapai meningkatkan tarif tiket domestik hingga 13%.