Key Strategy: Tok! Kementan-Bapanas Turun Tangan, Harga Kedelai Dikawal Rp12.000/Kg

Tok! Kementan-Bapanas Turun Tangan, Harga Kedelai Dikawal Rp12.000/Kg

Dari Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan) memverifikasi bahwa harga kedelai masih terpantau stabil, meski ada isu kenaikan hingga Rp20.000 per kilogram (kg). Pemerintah telah menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp11.500 per kg di tingkat importir. Dengan kebijakan ini, harga di perajin tempe dan tahu dijaga tetap di bawah Rp12.000 per kg, sampai ada perubahan kebijakan selanjutnya.

Direktur Jenderal: Isu Harga Rp20.000 Tidak Benar

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro menegaskan bahwa isu kenaikan harga kedelai hingga Rp20.000 per kg telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan harga kedelai masih berada di bawah HAP, termasuk di tingkat importir yang berkisar Rp11.500 per kg.

“Kami sudah verifikasi langsung ke pelaku usaha, dan informasi yang menyebut harga kedelai tembus Rp20 ribu itu tidak benar. Harga tetap di bawah HAP, bahkan di level importir masih sekitar Rp11.500,” ujar Yudi dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/4/2026).

Yudi menjelaskan bahwa faktor global memang memberikan tekanan, terutama biaya logistik dan transportasi. Namun, pasokan saat ini masih cukup, sehingga harga tidak terlalu terganggu. Ia menekankan perlunya menjelaskan situasi ini agar masyarakat tidak panik.

Koordinasi Pemerintah dengan Pemangku Kepentingan

Yudi menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak terkait. “Kita sudah berkomitmen bersama untuk menjaga implementasi HAP di lapangan tetap berjalan. Ini penting agar stabilitas pangan tetap terjaga,” tambahnya.

Data Gakoptindo: Harga Kedelai Sesuai HAP

Data yang diolah Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 8 April 2026 menunjukkan harga kedelai di berbagai wilayah masih berada dalam batas HAP. Contohnya, di Jakarta, rerata harga sekitar Rp10.500-Rp11.000 per kg, sementara Jawa mencapai Rp10.555 per kg. Wilayah lain seperti Bali dan NTB, Sumatra, Sulawesi, serta Kalimantan memiliki harga masing-masing sebesar Rp10.550, Rp11.450, Rp11.113, dan Rp10.908 per kg.

Kondisi Pasar: Disparitas Harga Ditemukan

Di Pasar Menteng Pulo, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyebutkan sidak dilakukan untuk mengklarifikasi isu harga kedelai Rp20.000 per kg. Disparitas harga antar pedagang ditemukan, dengan beberapa kios menjual bahan baku tersebut di angka Rp20.000.

“Kami sengaja turun ke Pasar Menteng Pulo, di samping kemarin ada berita harga kedelai Rp20.000 per kilo. Memang ada kios yang jual kedelai Rp20.000. Ibunya beli stok dari online dengan harga Rp10.100 sampai Rp10.200. Tapi karena sangat lama laku, sebulan itu hanya 5 kg, sehingga harganya dinaikkan,” ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.

Di sisi lain, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk Tjung Hen Sen menyebut harga di tingkat importir berkisar Rp10.100-Rp10.300 per kg, sementara perajin menjual sekitar Rp10.500-Rp11.000 per kg. Ia menyoroti tekanan biaya akibat faktor geopolitik, seperti logistik dan asuransi, meski pelaku usaha tetap berusaha mempertahankan stabilitas harga.

Pedagang Kedelai: Penjualan Lambat Berdampak

Seorang pedagang kedelai, Heni, mengaku menjual bahan baku dengan harga tinggi karena penjualan yang lambat. “Saya belinya di online. Paling beli 2 kg, online 2 kg, terus bisa 3 akun. Jadi 6 kg, kadang 5 kg. Dijual Rp20.000. Kadang habis sebulan, kadang sebulan lebih,” katanya.

Peringatan Mentan untuk Importir

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengingatkan importir agar tidak mengambil keuntungan berlebih. “Terkait kedelai, kami sudah minta teman-teman importir jangan mengambil keuntungan besar. Naik bolehlah naik, tetapi jangan sampai itu menekan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Mentan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *