Key Strategy: Trump Uring-Uringan Mau Bawa AS Tinggalkan NATO, Aliansi Bubar?

Trump Ancam Keluar dari NATO karena Kekecewaan terhadap Kebijakan Eropa

Kebijakan negara-negara Eropa yang tidak mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia menunjukkan keinginan untuk mengakhiri keanggotaan AS dalam NATO, menyebabkan kekhawatiran tentang kemungkinan berakhirnya aliansi tersebut.

Trump mengungkapkan ketidakpuasan terhadap peran NATO. Menurutnya, negara-negara Eropa di benua tersebut tidak memberikan dukungan yang memadai untuk menjaga keamanan AS di wilayah konflik. “Saya sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari aliansi ini karena rasa kecewa terhadap NATO,” katanya saat berbicara dengan Reuters, dikutip pada Sabtu (4/4/2026).

“Jika presiden dan militer tidak berkomitmen pada NATO dan keamanan Eropa, maka saya rasa tidak banyak yang bisa dilakukan Kongres untuk menahannya,” tambah Max Bergmann, mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang kini menjabat sebagai Direktur Program Eropa, Rusia, dan Eurasia di Center for Strategic and International Studies.

Kebijakan Trump memperoleh penolakan dari para ahli. Meski ancamannya menarik, keanggotaan AS dalam NATO tetap aman karena aturan yang diadopsi pada 2023. Aturan ini mewajibkan dukungan mayoritas dua pertiga dari 100 anggota senat untuk mengakhiri hubungan dengan NATO. Senator Republik Marco Rubio, yang sekarang menjadi Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional Trump, adalah salah satu pendukungnya.

Rubio menegaskan bahwa AS perlu meninjau kembali hubungan dengan NATO setelah perang Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. “Washington harus memeriksa kembali posisinya dalam aliansi ini setelah konflik dengan Iran,” ujarnya.

Trump memiliki senjata hukum untuk mengatasi aturan tersebut. Opini penasihat hukum Departemen Kehakiman pada 2020 menyatakan bahwa presiden memiliki otoritas eksklusif untuk menarik diri dari perjanjian internasional. Selain itu, Congressional Research Service pada Februari 2026 menunjukkan bahwa pemerintah dapat menggugat aturan pembatasan dari Kongres sebagai bagian dari penyebab inkonstitusional.

Sejauh ini, tidak ada satu anggota NATO yang pernah mengundurkan diri sejak pendirian aliansi pada 1949. Namun, jalan Trump menuju keluar dari NATO tampak semakin terbuka. Hal ini disebabkan oleh pengaruh mayoritas konservatif di Mahkamah Agung yang sering mendukung kebijakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *