Key Strategy: Video: Tantangan RI Lepas Candu Impor Minyak & BBM hingga Percepat EBT
Video: Tantangan RI Lepas Candu Impor Minyak & BBM hingga Percepat EBT
Jakarta, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha menyoroti perlunya pemerintah Indonesia mengembangkan sumber daya energi dari berbagai negara. Hal ini dilakukan untuk menghadapi ketidakpastian situasi geopolitik akibat perang antara Iran dan AS. Saat ini, DEN menilai cadangan BBM hingga gas masih memadai, mencapai lebih dari 23-28 hari. Selain itu, pasokan energi tetap lancar dan tidak terganggu. Dalam negeri, upaya meningkatkan produksi migas dilakukan melalui berbagai langkah, seperti mempermudah investasi di sektor hulu migas, mengaktifkan kembali sumur yang tidak aktif, serta mengelola sumur rakyat. Strategi ini bertujuan memperkuat kemandirian energi negara.
Strategi Diversifikasi dan Stabilitas Pasokan
Menurut Satya Widya Yudha, keandalan pasokan energi dalam negeri menjadi fondasi penting dalam mengurangi ketergantungan pada impor. Ia menekankan bahwa diversifikasi sumber energi harus dilakukan secara bertahap. Dengan cadangan operasional yang cukup, Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas pasokan meski menghadapi tekanan internasional.
“Diversifikasi pemasok minyak dan BBM merupakan langkah strategis untuk meminimalkan risiko ketergantungan pada satu negara.”
Di tengah gejolak politik di Timur Tengah, pemerintah perlu mempercepat transisi energi menuju sumber daya terbarukan. Tantangan utama terletak pada bagaimana mengoptimalkan produksi migas sambil tetap mendorong penggunaan energi bersih. Bagaimana Indonesia bisa mencapai keseimbangan antara kebutuhan energi saat ini dan visi transisi ke energi hijau? Simak pembahasan lebih lanjut dalam wawancara dengan Satya Widya Yudha, anggota DEN, dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum’at, 10/04/2026).