Latest Program: Memo Intel FBI Warning Ancaman Iran Meningkat di Wilayah Amerika

Memo Intel FBI Peringatkan Peningkatan Ancaman Iran di Wilayah AS

Dari Jakarta, sebuah memo intelijen terbaru menunjukkan bahwa FBI memberi peringatan tentang meningkatnya ancaman dari Iran terhadap berbagai sasaran di Amerika Serikat (AS). Laporan yang terbit pada 20 Maret menyebutkan bahwa pemerintah Iran dianggap sebagai “ancaman yang berkelanjutan” terhadap personel militer, gedung pemerintah, institusi Yahudi, negara Israel, hingga warga Iran yang tinggal di benua Amerika. Dokumen ini menyebutkan bahwa tim intelijen Iran secara rutin mengambil langkah untuk menangkap dan membunuh penduduk AS dalam beberapa tahun terakhir.

Strategi menggunakan operator legal

Dokumen itu menjelaskan bahwa Teheran lebih suka memilih operator yang memiliki status hukum resmi di AS atau akses masuk ke negara tersebut. Dalam operasinya, pemerintah Iran memantau media sosial, siaran langsung, dan aplikasi pemetaan untuk mengidentifikasi sasaran serta mengevaluasi sistem keamanan, termasuk mengimplementasikan teknik peretasan seperti serangan phishing email. Selain itu, metode lain seperti tusukan, tabrakan kendaraan, bom, racun, penggebukan, dan pembakaran juga dianggap sebagai ancaman yang perlu diwaspadai.

Kemungkinan ekspansi ancaman ke luar AS

Dokumen ini juga menyebutkan bahwa Iran berusaha mengarahkan korban ke wilayah lain yang lebih dekat secara geografis, dengan tujuan memudahkan penculikan dan akhirnya eksekusi. “Pemerintah Iran telah mencoba menarik sasaran ke negara-negara yang lebih dekat dengan Iran, hampir pasti untuk tindakan kekerasan,” tulis laporan tersebut, dikutip Reuters, Rabu (8/4/2026). Selain ancaman di dalam negeri, laporan ini menyatakan bahwa konflik saat ini bisa memicu aksi kekerasan dari kelompok radikal lain yang tidak tergabung langsung dengan pemerintah Iran.

Reaksi dari Gedung Putih

Laporan ini muncul beberapa minggu setelah Gedung Putih sempat menghentikan rilis informasi intelijen serupa karena alasan pemeriksaan data yang lebih mendalam. Presiden Donald Trump berulang kali menekankan bahwa ancaman dari Iran di AS tidak terlalu signifikan dalam berbagai pernyataan publiknya. Saat ditanya di luar Gedung Putih, Trump menjawab dengan santai, “Tidak, saya tidak khawatir.” Namun, sikap tersebut bertolak belakang dengan retorika keras yang dilontarkan Trump beberapa hari sebelumnya.

Penjelasan dari White House

Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus pada keamanan nasional dan meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh berita. “Seluruh pemerintahan Trump bekerja sama untuk melindungi tanah air dan warga Amerika—seperti yang selalu mereka lakukan. Media seharusnya tidak menyebarkan ketakutan secara tidak bertanggung jawab dengan melaporkan memo penegak hukum yang mungkin belum memiliki konteks luas,” ujar Jackson dalam pernyataan resmi.

“Seluruh peradaban akan mati malam ini (jika Iran tidak memenuhi tuntutan),” tegas Trump, meskipun ia kemudian menunda ancaman serangan militer selama dua minggu.

Penolakan komentar dari pihak Iran

Ali Karimi Magham, juru bicara misi Iran di PBB, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait isu yang disebutkan dalam laporan intelijen tersebut. Sementara itu, FBI serta Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) belum memberikan pernyataan resmi mengenai keluarnya dokumen ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *