Latest Program: Pabrik Minuman Kemasan Teriak ke Pemerintah Efek Ledakan Harga Plastik

Pabrik Minuman Kemasan Teriak ke Pemerintah Efek Ledakan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik yang terus meningkat mengancam stabilitas industri minuman kemasan di Indonesia. Sebagai respons, Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) meminta pemerintah segera mengambil langkah intervensi untuk mencegah fluktuasi harga yang semakin mengkhawatirkan. Pabrik-pabrik di sektor ini khawatir akan terkena dampak besar jika biaya bahan baku tidak segera diturunkan.

“Tanpa aksi cepat dari pemerintah, kenaikan harga produk akan semakin sulit dikendalikan dan pasokan air minum dalam kemasan di pasar bisa terganggu,” ujar Karyanto Wibowo, Ketua Umum Amdatara, kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026).

Menurut Karyanto, pemerintah perlu berbagai langkah konkret, seperti relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kemasan, pembebasan bea masuk anti-dumping resin, dan stimulus likuiditas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam industri AMDK. Ia menekankan bahwa kebijakan “shock absorber” ini penting untuk menjaga kelangsungan usaha sektor yang menjadi pilar ekonomi nasional.

Industri AMDK memiliki peran vital dalam sektor manufaktur Indonesia. Saat ini, terdapat 707 pabrik dengan kapasitas produksi terpasang mencapai 47 miliar liter per tahun, serta menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja langsung. Selain itu, sektor ini juga mendukung jutaan pekerja di rantai pasok distribusi dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian sebagai bagian dari subsektor makanan dan minuman.

Lebih dari itu, AMDK berperan strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ketersediaan air minum yang aman, higienis, dan berkualitas membantu mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan air tidak bersih. Karyanto menegaskan bahwa dukungan pemerintah diperlukan agar industri ini tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *